5 Hal yang Merusak Amal Di Bulan Ramadhan

  • 02 Mar 2026 21:38 WIB
  •  Ranai

RRI.CO.ID, Natuna – Ramadhan adalah bulan mulia, bulan penuh berkah, namun betapa ruginya jika amal ibadah yang kita lakukan justru dirusak oleh diri sendiri tanpa kita sadari.

Mengutip dari postingan instagram Ustadz @Khalidbaslamahofficial, Rasulullah Shalaullahu ‘alaihi wasalam bersabda, yang artinya :

“Betapa banyak orang yang berpuasa, tetapi tidak mendapatkan dari puasanya kecuali rasa lapar dan dahaga; dan betapa banyak orang yang melaksanakan shalat malam, tetapi tidak mendapatkan dari shalatnya kecuali begadang.’ (HR Thabrani:13413)

Berikut ini 5 Hal yang merusak Amal di Bulan Ramadhan, dilansir dari laman Instagram @Khalidbasalamahofficial :

  1. Beramal Tanpa Ilmu
    Banyak yang beribadah hanya ikut-ikutan tanpa memahami tuntutan, sehingga amalnya berisiko tertolak atau tidak maksimal. Perkataan Ibnul Qoyyim :
    “orang yang beramal tanpa ilmu bagai orang yang berjalan tanpa ada penuntun. Sudah dimaklumi bahwa, orang yang rusak karena berjalan tanpa penuntun tadi akan mendapatkan kesulitan dan sulit bisa selamat” (Miftah Daris Sa’adah, 1/299)
  2. Masih Meneruskan Maksiat (Lisan dan Perbuatan)
    Puasa bukan sekedar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menahan diri dari perkataan dusta, sia-sia, dan kotor. Rasulullah shalaullahu alaihiwasallam bersabda :
    “Betapa banyak orang yang berpuasa namun dia tidak mendapatkan dari puasanya tersebut kecuali rasa lapar dan dahaga saja” (HR Ahmad no 8856)
  3. Masih Pelit dengan Harta
    Ramadhan adalah waktu terbaik untuk bersedekah dan memberi makan orang lain. Sifat kikir menghalangi kita dari keutamaan surga yang khusus. Rasulullah Shalaullahu alaihiwasallam bersabda :
    “Sesungguhnya disurga terdapat kamar-kamar yang bagian luarnya terlihat dari bagian dalam dan bagian dalamnya terlihat dari bagian luarnya (diperuntukkan) untuk orang yang berkata benar, yang memberi makan”(HR Tirdmizi nio 1984)
  4. Puasa Tetapi Tidak Shalat
    Meninggalkan shalat adalah dosa besar yang dapat membatalkan keislaman seseorang menurut sebagian ulama, sehingga puasa orang yang meninggalkan shalat tidak diterima. Rasulullah Shalaullahu alaihiwasallam bersabda :
    “Pembatas antara seorang muslim dengan kesyirikan dan kekafiran adalah meninggalkan shalat”. (HR Muslim no. 82)
  5. Shalat Taraweh Terlalu Cepat (Ngebut)
    Shalat yang dilakukan terburu-buru hingga meghilangkan thuma’ninah tidaklah sah dan dilarang nabi.
    Rasullullah shalaullahu alaihi wasallah bersabda :
    “Sebaik-baik shalat adalah yang lama berdirinya” (HR Muslim no 756)

    Mari kita jaga kualitas ibadah kita agar tidak termasuk golongan yang celaka di bulan Ramadhan, yaitu mereka yang mendapati Ramadhannamun dosa-dosanya tidak diampuni.
    Rasulullah Salaullahu alaihi wasallam bersabda :
    “celakalah seorang hamba yang mendapati bulan Ramadhan kemudian Ramadhan berlalu dalam keadaandosa-dosanya belum diampuni” (HR Ru=irmidzi no 354 dan HR Ahmad no 7451).
google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....