Pesantren Kilat di SD Negri 005 Sepempang

  • 24 Feb 2026 10:10 WIB
  •  Ranai

RRI.CO.ID,Natuna – Suasana Ramadan di SD Negeri 005 Sepempang terasa lebih hidup dengan pelaksanaan pesantren kilat yang diikuti ratusan siswa. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya sekolah menanamkan nilai-nilai keislaman sejak dini.

Selama tiga hari pelaksanaan, para siswa tidak hanya mengikuti pembelajaran di kelas, tetapi juga merasakan langsung suasana ibadah bersama guru dan teman-teman. Nuansa religius tampak dari kebersamaan dalam setiap rangkaian kegiatan yang digelar di lingkungan sekolah.

Guru SD Negeri 005 Sepempang, Jarmi, menuturkan pesantren kilat dirancang sebagai ruang pembiasaan bagi peserta didik agar nilai keagamaan dapat tertanam secara berkelanjutan.

“Pesantren kilat ini kami laksanakan untuk membentuk karakter religius anak sejak dini. Kami ingin Ramadan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi benar-benar menjadi pengalaman ibadah yang membekas bagi siswa,” ujar Jarmi.

Selama kegiatan berlangsung, siswa mengikuti salat Dhuha berjamaah, tadarus Al-Qur’an, serta mendengarkan tausiah agama yang disampaikan para guru. Materi yang diberikan mencakup pemahaman makna syahadat, keutamaan puasa, adab beribadah, hingga pentingnya membiasakan membaca Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

Kepala SD Negeri 005 Sepempang, Wan Maryani, menjelaskan bahwa program tersebut dilaksanakan sesuai dengan edaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Natuna dan menjadi agenda rutin sekolah setiap Ramadan.

“Kegiatan ini menjadi momentum bagi sekolah untuk memperkuat pendidikan karakter berbasis keagamaan. Kami berharap apa yang dipelajari selama tiga hari ini dapat terus dipraktikkan siswa, baik di sekolah maupun di rumah,” kata Wan Maryani.

Pesantren kilat yang digelar pada 23 hingga 25 Februari 2026 itu diikuti sebanyak 153 siswa dari kelas tiga hingga kelas enam bersama majelis guru. Kebersamaan dalam salat Dhuha dan tadarus menjadi momen yang mempererat hubungan antara guru dan murid.

sementara itu siswi kelas empat, Rizqiah, mengaku senang dapat mengikuti rangkaian kegiatan tersebut.

“Saya senang bisa salat Dhuha dan tadarus bersama teman-teman. Sekarang saya lebih paham tentang makna puasa dan ingin lebih rajin membaca Al-Qur’an,” ungkapnya.

Melalui kegiatan sederhana namun sarat makna ini, Ramadan di SD Negeri 005 Sepempang menjadi ruang belajar yang hidup. Nilai-nilai keimanan dan kebersamaan tumbuh perlahan dalam keseharian siswa, memperkuat karakter religius mereka sejak usia dini.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....