Cara Mengajarkan Puasa pada Anak Usia Dini
- 18 Feb 2026 13:24 WIB
- Ranai
RRI.CO.ID, Natuna : Meskipun anak yang belum mencapai akil balik belum diwajibkan untuk berpuasa Ramadan, tapi tak ada salahnya mengajarkan anak berpuasa sejak dini agar lebih siap saat telah diwajibkan untuk berpuasa.Meskipun semangat anak-anak untuk berpuasa cukup tinggi, namun pada perjalanannya, sangat sulit bagi anak kecil untuk menjalaninya selama satu bulan penuh. Nah, bagi kamu orang tua yang ingin mengajari anak-anaknya berpuasa ramadhan, melansir dari laman altagglobalscool.com berikut ini tips dan cara kreatif mengajarkan anak berpuasa.
Cara Mengajarkan Puasa pada Anak Usia Dini
Puasa memang tak wajib dilakukan oleh anak-anak, terutama bagi mereka yang memiliki riwayat penyakit dan diharuskan untuk mengkonsumsi makanan dan obat-obatan tertentu. Akan tetapi, jika tidak ada kendala dari segi kesehatan, Anda bisa mengajarkan anak berpuasa sejak usia 5 tahun.
1. Awali dengan Puasa Jajan
Anak-anak pasti suka jajan makanan tertentu yang jadi favorit mereka. Nah, untuk melatih anak puasa sejak dini, mulailah dengan melatih mereka puasa jajan favorit selama bulan puasa. Tapi, pastikan Anda sudah mengetahui makanan kesukaan mereka ya. Lakukan hal ini secara bertahap, sampai akhirnya anak terbiasa dan bisa mencoba berpuasa secara penuh.
2. Puasa Setengah Hari
Anak-anak tidak bisa langsung puasa full selama satu hari, sebab anak-anak bisa kaget jika langsung puasa satu hari, dan bahkan Ia tidak mau lagi belajar berpuasa. Oleh karena itu, sebaiknya ajari anak puasa dengan berpuasa setengah hari terlebih dahulu.
| Baca juga: Masjid Azzuriat Jadi Pusat Ibadah |
Puasa setengah hari dilakukan sejak selesai sahur hingga tengah hari, tepatnya ketika adzan dzuhur berkumandang. Anda bisa melatih anak puasa setengah hari beberapa kali, dan lakukan secara bertahap. Dengan cara ini anak dapat terbiasa untuk berpuasa. Nanti, setelah terbiasa setengah hari, mulai secara pelan-pelan latih anak puasa satu hari full.
3. Ajarkan Tentang Makna Puasa
Anak-anak tentu belum paham apa tujuan berpuasa. Mereka membutuhkan penjelasan dari orang dewasa tentang makna, manfaat, bahkan hikmah dari menjalankan puasa. Oleh karena itu, cobalah jelaskan semua hal tersebut kepada anak dengan bahasa yang sederhana dan dapat dimengerti oleh anak. Jangan lupa sampaikan juga kebaikan apa saja yang dianjurkan untuk anak lakukan selama bulan puasa.
Selain itu, kenalkan juga anak dengan tradisi-tradisi yang ada selama bulan puasa, seperti ngabuburit, sahur, tadarus, bersedekah, tarawih, ronda malam, membayar zakat fitrah, dan lain sebagainya.
4. Siapkan Makanan Favorit untuk Berbuka
Sebagai bentuk motivasi dan penghargaan kepada anak karena mereka telah mau belajar berpuasa, maka Anda dapat menyiapkan makanan favoritnya pada saat berbuka puasa. Bila perlu, ajak anak untuk memilih menu berbuka puasa sekaligus menyiapkannya Dengan demikian anak biasanya dapat termotivasi untuk menyelesaikan ibadah puasanya pada hari itu.
5. Lakukan Kegiatan Seru Waktu Ngabuburit
| Baca juga: Tips Menyiasati Cara Minum Obat saat Puasa |
Ketika anak sudah bisa melakukan puasa selama satu hari full, maka lakukanlah beberapa hal seru untuk menunggu waktu berbuka. Sebab, menunggu waktu berbuka biasanya sangat membosankan bagi anak-anak. Nah, Anda bisa menyiapkan kegiatan-kegiatan seru yang dapat dilakukan anak untuk mengisi waktu menjelang berbuka. Contohnya, Anda bisa mengajak anak memasak takjil, bermain bersama saudara, membaca buku, atau bisa juga belajar mengaji.
6. Berikan Contoh Berpuasa pada Anak
Anak-anak terbiasa untuk mencontoh orang tuanya. Oleh karena itu, jika ingin anak Anda terbiasa berpuasa, maka berikan contoh kepada mereka bahwa Anda juga berpuasa. Ketika Anda berpuasa, pasti muncul serangkaian pertanyaan dari anak tentang Anda yang tidak makan dan minum. Hal ini kemudian dapat menimbulkan rasa penasaran, sehingga anak tertarik untuk mencoba sendiri.
7. Berikan Penghargaan Saat Lebaran
Ketika Anda melatih anak untuk belajar puasa, jangan lupa untuk memberinya penghargaan. Terlepas dari berapa jam anak sudah berpuasa atau sudah berapa hari Ia berhasil menjalankan ibadah puasa, sebaiknya Anda tetap memberikannya penghargaan.
Memberikan penghargaan membuat mereka bersemangat untuk terus berpuasa. Penghargaan tak harus hadiah, bisa saja berupa pujian dengan mengatakan anak Anda hebat. Meski sederhana, namun cara ini dapat membuat anak merasa diapresiasi.
8. Menciptakan Suasana yang Menyenangkan
Agar anak merasa antusias dalam berpuasa, ciptakan suasana yang menyenangkan, seperti menyiapkan menu sahur dan berbuka yang disukai anak, memberikan pujian saat mereka berhasil menahan lapar, serta melibatkan mereka dalam kegiatan keagamaan seperti tadarus atau salat berjamaah. Dengan begitu, puasa akan terasa lebih menyenangkan bagi mereka.
9. Menanamkan Nilai Keikhlasan dan Niat yang Benar
Ajarkan anak bahwa puasa bukan sekadar menahan lapar dan haus, tetapi juga ibadah yang harus dilakukan dengan ikhlas. Orang tua bisa mengajarkan anak untuk berniat sebelum berpuasa dan menjelaskan bahwa Allah akan memberikan pahala besar bagi mereka yang menjalankannya dengan hati yang tulus.
10. Mengajarkan Sabar dan Pengendalian Diri
Puasa mengajarkan anak untuk bersabar dan mengendalikan diri, baik dari lapar maupun emosi. Orang tua bisa memberikan pemahaman bahwa saat berpuasa, kita harus menahan diri dari marah, berkata kasar, atau berbuat buruk kepada orang lain. Dengan demikian, anak akan belajar bahwa puasa bukan hanya soal fisik, tetapi juga melatih karakter yang baik.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....