Tradisi Munggahan, Menyambut Ramadan dengan Kebersamaan
- 16 Feb 2026 08:51 WIB
- Ranai
RRI.CO.ID, Natuna- Tradisi munggahan menjadi bagian dari budaya masyarakat Indonesia, khususnya di wilayah Jawa Barat, dalam menyambut datangnya bulan suci Ramadan. Kegiatan ini biasanya dilaksanakan beberapa hari sebelum puasa sebagai wujud rasa syukur dan kebahagiaan menyambut bulan penuh ampunan.
Secara etimologis, kata munggahan berasal dari bahasa Sunda, “unggah,” yang berarti naik. Filosofinya adalah ajakan untuk meningkatkan kualitas diri, baik secara spiritual maupun sosial, sebelum memasuki Ramadan.
Pelaksanaan munggahan identik dengan kegiatan berkumpul bersama keluarga besar, sahabat, maupun tetangga. Dalam suasana penuh kehangatan, masyarakat menggelar makan bersama sebagai simbol kebersamaan dan rasa syukur.
Tak hanya itu, tradisi ini juga diisi dengan doa bersama serta saling memaafkan. Momentum tersebut menjadi kesempatan untuk membersihkan hati dan mempererat tali silaturahmi sebelum menjalankan ibadah puasa.
Sebagian masyarakat turut melakukan ziarah ke makam keluarga sebagai bagian dari munggahan. Kegiatan ini dimaknai sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur sekaligus pengingat untuk memperbanyak doa dan introspeksi diri.
Di era modern, munggahan tetap dipertahankan meski dengan kemasan yang lebih sederhana. Nilai kebersamaan, kekeluargaan, dan persiapan batin tetap menjadi inti dari tradisi ini.
Melalui munggahan, masyarakat diajak menyambut Ramadan dengan hati yang bersih, penuh kebersamaan, dan semangat untuk menjadi pribadi yang lebih baik selama bulan suci.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....