Tradisi Menyambut Ramadhan, Warga Ranai Bersihkan TPU dan Rumah Ibadah

  • 15 Feb 2026 10:19 WIB
  •  Ranai

RRI.CO.ID, Natuna – Menyambut Bulan Suci Ramadhan 1447 Hijriah Tahun 2026 Masehi, Warga Kota Ranai melaksanakan Gotong Royong membersihkan Tempat Pemakamam Umum (TPU) dan Rumah-rumah Ibadah.

Bersih-bersih makam dan tempat ibadah atau Masjid merupakan salah satu kearipan lokal yang sarat akan nilai-nilai berwawasan hingga kesehatan yang masih terjaga hingga kini di tengah masyarakat. Sudah menjadi tradisi warga Natuna dalam menyambut datangnya Bulan Suci Ramadhan. Seperti yang dilakukan masyarakat

Sepertihalnya Gotong Royong yang dilakukan warga Ranai dilokasi TPU Taman Bahagia Air Lakon Ranai. Sabtu, 14 Februari 2026. Warga bahu membahu mebersihkan Tempat Ibadah dan beberapa titik lokasi Tempat Pemakaman Umum (TPU) di daerah tersebut.

Demikian dikatakan, Rahmat warga Ranai Kota. Diantara tujuan diadakannya kegiatan ini adalah untuk menjaga kebersihan lingkungan Masjid dan makam. Sehingga nanti pada bulan Ramadhan masyarakat dapat menjalankan Ibadah dengan aman dan tenang.

“Kegiatan bersih-bersih sendiri memang biasanya dilakukan warga pada bulan Sya'ban dan sudah menjadi tradisi setiap menyambut datangnya Bulan Suci Ramadhan. Harapan kita dengan kegiatan tersebut para warga dapat dengan tenag menjalankan Ibadah dibulan Ramadhan,” ucapnya.

Selain lokasi TPU Taman Bahagia Air Lakon, berdasarkan pemantauan RRI. Pada sabtu pagi warga juga melaksanakan gotong royong membersihahkan lingkungan Masjid Jami’ Ranai dan area pemakaman di area Masjid Jami’ Ranai.

Terdapat nilai filosofi tersendiri dalam Tradisi Bersih. Bersih merupakan sebuah manifestasi perintah agama yang mengajarkan manusia untuk selalu menjaga kebersihan diri dan lingkungan. Karena kebersihan merupakan sebagian dari Iman. Hebatnya, filosofi tradisi bersih tidak hanya soal kebersihan dan kesehatan lingkungan. Akan tetapi juga mencakup tentang kebersihan hati dan kesehatan jiwa lahir dan batin.

Dengan mendatangi dan mengirim do’a kepada keluarga dan leluhur yang telah meninggal, akan memantik rasa syukur dalam hati atas anugerah yang telah diberikan Tuhan. Tradisi ini juga dapat mengingatkan kita akan jerih payah, perjuangan dan pengorbanan para leluhur sehingga timbul rasa menghargai.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....