Jejak Piala Dunia : Brazil 2014, Tragedi 7-1 di Mineirao dan Mahkota Keempat Panser
- 09 Jun 2026 06:02 WIB
- Ranai
RRI.CO.ID, Natuna - Brazil datang ke Piala Dunia 2014 dengan mimpi menghapus luka 1950. Namun yang terjadi justru lahir luka baru yang jauh lebih menyakitkan, kekalahan 1 – 7 dari Jerman di laga semifinal di hadapan publiknya sendiri.
Wikipedia mencatat kekalahan memalukan Tim Samba sering disebut sebagai “Mineiraco” yang merujuk pada stadion Mineirao tempat tragedi itu terjadi. Bagi rakyat Brazil, luka itu bahkan sering disejajarkan dengan Maracanazo, ketika mereka gagal juara dikandang sendiri pada tahun 1950.
Sejumlah pengamat bola menganalisa kalahnya Brazil secara memalukan dari Jerman dimungkinkan akibat kehilangan pemain inti mereka yakni Neymar dan sang Kapten Thiago Silva. Keduanya tidak hanya merupakan pemain utama Tim Samba, tapi juga sebagai inspirator dan penyemangat.
Beberapa hari sebelumnya Neymar mengalami cedera punggung saat melawan Kolombia dan harus mengakhiri turnamen lebih cepat. Sementara sang kapten Thiago Silva harus absen di laga melawan Jerman akibat terkena akumulasi kartu kuning.
Selain itu kehancuran mental para pemain setelah Jerman unggul 1-0 lewat Thomas Muller juga disebut sebagai penyebab pertahanan Brazil kehilangan organisasi. Dalam rentang sekitar 6 menit, skor berubah dari 1-0 menjadi 5-0 untuk keunggulan Jerman.
Banyak penonton di stadion menangis . Sebagian bahkan meninggalkan tribun sebelum pertandingan berakhir karena tak percaya dengan apa yang mereka saksikan.
Pelatih Brazil Luiz Felipe Scolari mengambil tanggung jawab penuh setelah laga. Ia menyebut hasil tersebut sebagai bencana bagi sepakbola negaranya.
“Ini hari terburuk dalam hidup saya. Kekalahan 7-1…ini memalukan. Saya minta maaf ke semua orang Brazil. Saya bertanggung jawab. Kami main jelek banget” Ujar Luiz Felipe seperti dikutip www.Livemint.com diterjemahkan AI.
Namun yang juga tidak dipungkiri bahwa Jerman sedang berada di puncak permainannya dari generasi emas mereka yang sudah dibangun bertahun tahun. Operan cepat, pergerakan tanpa bola dan ketenangan mereka membuat Brazil tidak mampu keluar dari tekanan.
Menariknya dari kubu Jerman tidak merayakan kemenangan itu secara berlebihan. Menariknya pelatih Joachim Low dan para pemain beberapa kali menegaskan mereka menghormati dan memahami betapa menyakitkannya kekalahan itu bagi tuan rumah.
Puncak keperkasaan Tim Panser jerman terjadi di final saat menghadapi Argentina yang diperkuat sang Maestro Lionell Messi. Saat laga tampak menuju adu finalti , Mario Gotze mencetak gol penentu pada menit ke 113 dan dan membawa Jerman menang 1-0 sekaligus mengukuhkan gelar keempat di Piala Dunia.
Piala Dunia 2024 dimana Sejarah mencatat stadion Minierao menjadi panggung air mata bagi Brazil. Disisi lain sebagai Langkah terakhir Jerman menuju Bintang keempat yang mereka kejar selama bertahun tahun.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....