Jejak Piala Dunia: Afsel 2010, Gemuruh Vuvuzela dan Mahkota Pertama Spanyol

  • 08 Jun 2026 07:45 WIB
  •  Ranai

RRI.CO.ID, Natuna - Ketika dunia sepakbola berkumpul di Afrika Selatan, Sejarah sedang ditulis dari dua arah sekaligus. Untuk pertama kalinya Piala Dunia di gelar di benua Afrika.

Stadion stadion yang megah dengan lautan supporter berwarna warni menambah semarak pesta sepakbola dunia. Ditambah lagi dengungan vuvuzela sebuah terompet ala Afrika Selatan menjadi suara khas yang mengiring turnamen paling bergengsi di dunia itu .

Namun Afrika Selatan bukan hanya menjadi saksi sejarah sebagai tuan rumah pertama dari Afrika. Negeri itu juga menyaksikan lahirnya juara dunia baru.

Dibawah arahan Vicente del Bosque, Tim Matador Spanyol datang dengan generasi emas yang dihuni pemain pemain seperti Xavi Hernandez, Andres Iniesta dan sang kiper Iker Casillas. Mereka mengusung permainan umpan pendek yang memukau dunia dan dikenal dengan sebutan Tika Tiki.

Perjalanan Spanyol tidak mudah. FIFA.Com mencatat, mereka sempat kalah pada laga pembuka melawan Swiss 0-1. Namun perlahan mereka bangkit, melangkah pasti hingga mencapai partai final menghadapi Belanda.

Laga final berlangsung sengit dan keras. Kedua tim saling mengunci hingga waktu normal berakhir tanpa gol. Ketika laga tampak menuju adu finalti, sebuah momen abadi lahir pada menit ke 116, Iniesta menyambut umpan rekannya dan melepaskan tembakan yang menembus gawang oranye.

Gol itu bukan sekedar gol kemenangan. Gol itu menghadirkan gelar Piala Dunia pertama bagi Spanyol setelah puluhan tahun menanti. Di tanah Afrika, ditengah gemuruh vuvuzela, Spanyol akhirnya berdiri di puncak dunia.

Terhadap keberhasilan Spanyol itu, sang pelatih Vicente del Bosque memilih merendah dan memuji para pemainnya.

“Kami berutang semua ini kepada para pemain” Ujarnya seperti dikutip UEFA.com

Sementara dari kubu Belanda, pelatih Bert van Marwijk menunjukan sikap sportif meski kecewa. Ia tetap mengakui keunggulan Spanyol.

“Tim terbaik yang menang. Saya kecewa. Ini adalah final Piala Dunia dan kami baru saja kalah di final” Ucapnya sebagaimana dikutip News24.

Sejarah juga mencatat, final Piala Dunia 2010 telah mempertemukan dua negara yang sama sama belum pernah menjadi juara dunia. Spanyol berhasil meraih mahkota pertamanya, Sementara Belanda harus kembali menelan pil pahit setelah sebelumnya di tahun 1974 dan 1978 juga gagal saat berlaga di final.

Ketika malam mulai larut di Johannesburg, sorak sorai dari euforia kemenangan Spanyol bergema ke seluruh dunia. Dunia tahu bahwa malam itu bukan sekedar kemenangan sebuah tim, melainkan puncak dari lahirnya generasi emas sepak bola Spanyol.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....