Jejak Piala Dunia: Jerman 2006, Kejayaan Italia dan Akhir Tragis Zidane
- 07 Jun 2026 14:43 WIB
- Ranai
RRI.CO.ID, Natuna – Piala Dunia 2006 di Jerman menghadirkan dua cerita yang bertolak belakang. Disatu sisi ada tim Azzurri Italia yang datang dengan beban skandal Calciopoli yang mengguncang sepakbola negaranya. Di sisi lain ada sang Maestro tim ayam jago Perancis , Zinedine Zidane yang sedang menulis bab terakhir kariernya.
Tidak banyak yang menjagokan Italia saat itu. Namun pasukan Marcello Lippi justru menjelma menjadi tim yang Tangguh. DIpimpin Fabio Cannavaro dan dijaga kiper Gianluigi Buffon, Azzurri melangkah mantap menuju final,
Sementara itu, Zidane seperti sedang mengulang masa kejayaannya. Setelah membantu menyingkirkan Brazil dan Portugal, Ia membawa Perancis ke partai puncak. Bahkan di final melawan Italia, Zidane membuka skor melalui finalti yang berani dan elegan.
Namun takdir ternyata menyiapkan akhir yang berbeda. Takdir memilih Italia merebut trofi Piala Dunia dan gagalnya Perancis mengulang sukses seperti di Piala Dunia 1998 saat menjadi tuan rumah.
Pada babak final perpanjangan waktu, dunia sepak bola terdiam saat Zidane menyundul dada Marco Materazzi. Wasit mengeluarkan kartu merah. Sang Maestro yang seharusnya mengakhiri karier dengan mengangkat trofi, justru berjalan meninggalkan lapangan lebih cepat dengan kepala tertunduk.
Momen itu menjadi salah satu gambaran paling ikonik dalam sejarah Piala Dunia. Zidane melewati trofi emas yang berdiri di pinggir lapangan, tanpa pernah bisa menyentuhnya lagi.
Melansir Wikipedia, untuk kedua kalinya dalam sejarah final Piala Dunia harus ditentukan melalui adu tendangan finalti . Babak sebelumnya selama 90 menit dan babak tambahan, Italia dan Perancis berbagai angka sama 1-1.
Italia kemudian memenangkan adu finalti 5-3 atas Perancis dan meraih gelar dunia keempat kalinya Ditengah badai skandal yang mengiringi keberangkatan mereka ke Jerman, Azzurri pulang sebagai juara dunia. Sebaliknya Zidane menerima salah satu penutup karier paling menyakitkan yang dialami seorang lagenda.
Sang pelatih Italia Marcello memuji anak asuhnya setelah Azzurri merebut mahkota Piala dunia 2006. “ Para pemain ini memiliki hati, karakter dan kepribadian yang tak terbatas “ Ucap Marcello Lippi seperti dikutip UEFA.com.
Sementara itu terhadap tindakan tidak terpujinya saat menyundul dada Marco Materazzi di final, Zidane melontarkan kalimat yang sangat terkenal. “ Saya meminta maaf, tetapi saya tidak menyesali apa yang terjadi” Ujarnya seprti dikutip Al Jazzeera.
Piala dunia 2006 mungkin menjadi salah satu edisi paling lengkap dalam cerita yang mewarnai turnamen sepakbola akbar ini. Ada skandal, kebangkitan, kepahlawanan, serta drama final hingga akhir tragis dari karier seorang legenda.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....