Jejak Piala Dunia 2002, “Sang Fenomena” Antar Brazil Rebut Mahkota Kelima

  • 06 Jun 2026 15:48 WIB
  •  Ranai

RRI.CO.ID, Natuna – Piala Dunia 2002 yang digelar di Korea Selatan dan Jepang bisa dikatakan sebagai panggung kebangkitan bagi “Sang Fenomena” Ronaldo Nazario bersama timnya Brazil. Setelah empat tahun lalu di final Piala Dunia 1998 di Paris yang penuh misteri, Ronaldo kembali berdiri di panggung terbesar sepakbola dunia.

Usai Piala Dunia 1998 empat tahun lalu, cobaan datang silih berganti kepada Ronaldo. Cedera lutut yang parah membuatnya harus menepi dalam waktu yang lama. Banyak pengamat saat itu yang meragukan apakah “Sang Fenomena” masih mampu kembali ke level terbaiknya. Namun, Ronaldo memilih menjawab keraguan itu bukan dengan kata kata, melainkan dengan gol gol indah sepanjang turnamen.

Di Korea Selatan dan Jepang, dunia kembali menyaksikan ketajaman seorang Ronaldo bersama rekannya Rivaldo dan Ronaldinho sebagai trio maut dari Brazil. Ia memimpin laju Tim Samba menuju final melalui delapan gol yang lahir dari kakinya dan sekaligus menjadikannya sebagai top score di Piala Dunia 2002.

Puncaknya terjadi di Stadion Yokohama, Jepang, saat Brazil menghadapi Jerman di final yang diperkuat oleh kiper terbaik turnamen, Oliver Kahn. Ronaldo tampil sebagai pembeda dengan mencetak 2 gol . Mengutip Wikipedia hasil ini sekaligus mengunci gelar juara dunia kelima bagi negeri Samba.

Sangat menarik apa yang dikatakan oleh Oliver Kahn sebagai satu satunya kiper yang pernah meraih sebagai Golden Ball dalam sejarah Piala Dunia . “Itu satu satunya kesalahan saya di final. Sepuluh kali lebih buruk daripada kesalahan apapun yang pernah saya buat” ucapnya setelah laga final seperti dikutip oleh The Guardian.

Malam itu bukan sekedar kemenangan Brazil. Di malam final itu juga sebagai kemenangan seorang pemain atas keraguan, cedera dan masa lalu yang pernah menghantuinya. Dari air mata di Paris hingga senyum di Yokohama dan “Sang Fenomena” mencatat salah satu kisah comeback paling indah dalam sejarah Piala dunia.

Dalam salah satu pernyataannya, Sang Fenomena mengungkapkan keinginan kuatnya untuk dapat pulih dari cedera untuk kemudian dapat kembali tampil dengan performa terbaiknya. “Saya bekerja selama dua tahun untuk pulih dari cedera itu dan hari ini Tuhan menghadirkan ini untuk Saya dan Tim Brazil “ Ujarnya usai Piala Dunia 2002 sebagaimana Wikipedia mencatat

Ronaldo memiliki andil besar membawa Brazil memenangkan seluruh laga dari 7 pertandingannya di Piala dunia ini termasuk di babak final. Gaya rambutnya yang khas seraya mengangkat trofi Piala dunia ke lima untuk Brazil merupakan fakta indah yang juga sangat menarik untuk kembali diceritakan.

Mengenang empat tahun sebelumnya, ia meninggalkan lapangan dengan tatapan kosong. Namun empat tahun kemudian ia meninggalkan panggung dunia dengan trofi di tangan . Dan itulah "Sang fenomena" yang menolak menyerah pada takdir.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....