Jejak Piala Dunia – Mexico 1986, ketika Maradona Membuat Dunia Marah dan Takjub
- 18 Mei 2026 14:42 WIB
- Ranai
RRI.CO.ID, Natuna – Turnamen Piala dunia 1986 di Mexico seolah menjadi panggung pribadi bagi Diego Maradona, sang mega bintang dari Argentina. Ia bukan hanya pemain terbaik sepanjang turnamen, tapi juga sosok paling kontroversial.
Dalam diri Maradona, dunia melihat dua sisi sekaligus yakni kejeniusan seorang maestro dan kenakalan anak jalanan Buenos Aires. Dua sisi berbeda ini disaksikan jutaan mata saat bertemunya Tim Argentina melawan Inggris di babak perempat final.
Saat Argentina menghadapi Inggris, Maradona memperlihatkan dua wajah itu hanya berselang beberapa menit. Dua gol yang diciptakannya cukup untuk membuat Gary Lineker dan kawan kawan harus angkat kaki dari Mexico lebih awal..
Argentina menang 2-1 dari Inggris. Gol pertama Maradona di menit 51 yang dinilai kontroversial lewat tangan kemudian terkenal sebagai “Tangan Tuhan”. Sebuah gol nakal, licik dan membuat Inggris murka, terlebih kedua negara saat itu masih terllibat sangketa atas Kepulauan Fackland.
Sedangkan gol kedua sang mega Bintang ke gawang Inggris yang terjadi beberapa menit kemudian justru memunculkan decak kagum dunia. Gol yang tercipta setelah melewati 5 pemain Inggris itu dianggap sebagai gol terbaik sepanjang sejarah Piala dunia.
Usai pertandingan, Maradona mengatakan terhadap gol pertama yang terjadi karena adanya sedikit bantuan dari tangan Tuhan.
“Itu sedikit kepala Maradona, sedikit tangan Tuhan”. Mengutip Wikipedia yang diterjemahkan oleh Meta AI
Buat Inggris, pernyataan Maradonna tersebut sebagai penipuan ganda. Negara Ratu Elizabeth itu merasa dicurangi, terus kemudian ditipu lagi di depan dunia.
“Dia curang dan bangga dengan itu”. Ujar Kapten Inggris Bryan Robson .
Satu gol membuat dunia marah, namun satu gol lagi membuat dunia terpukau. Dan pelakunya adalah orang yang sama yakni Maradona.
Di final melawan Jerman Barat, Maradona kembali menunjukan kelasnya. Meskipun dijaga ketat pemain pemain panser Jerman, pengaruhnya tetap terasa disetiap serangan Argentina
Argentina sempat unggul 2-0 lewat gol Luis Brown dan Jorge Valdano. Tim panser kemudian bangkit dan menyamakan kedudukan 2-2 lewat Karl Heinz Rummenigge dan Rudi Voller.
Stadio mulai tegang . Banyak yang merasa momentum sudah berpindah ke Jerman. Tetapi pemain besar selalu punya cara muncul disaat saat genting.
Pada menit menit akhir, Maradona mengirim umpan terobosan cerdas kepada Jorge Burruchaga. Dengan tenang Burruchaga menyelesaikannya menjadi gol kemenangan 3-2 dan mengantar Argentina menjadi juara Piala dunia.
Final itu seolah menyempurnakan cerita Maradona di Mexico. Maradona tidak selalu bermain “bersih”, tetapi sulit dibantah, ia adalah pusat sihir sepakbola saat itu.
Mexico 1986 akhirnya tidak hanya dikenang sebagai kemenangan Argentina menjuarai Piala dunia untuk kedua kalinya setelah yang pertama di kandangnya sendiri pada tahun 1978. Namun lebih dari itu, di turnamen akbar ini seorang manusia dengan tubuh kecil bernama Diego Maradona membuat dunia marah sekaligus juga takjub.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....