Jejak Piala Dunia: - Spanyol 1982, ketika Paolo Rossi Bungkam Dunia

  • 17 Mei 2026 10:42 WIB
  •  Ranai

RRI.CO.ID, Natuna - Di ajang Piala Dunia 1982, tidak banyak yang percaya dengan Paolo Rossi, striker Timnas Italia. Ia datang ke Spanyol dengan beban berat, karena baru kembali dari hukuman akibat skandal sepakbola Italia saat itu.

Rossi dianggap sudah kehilangan ketajamannya sebagai mesin pencetak gol. Bahkan di fase grup turnamen akbar tersebut, penampilannya jauh dari meyakinkan.

Meski sudah banyak mendapat kritikan dan diingatkan publik Italia sendiri, tapi sang pelatih tua Enzo Bearzot tetap mempertahankan Paolo Rossi dalam skuad Timnas ke Piala Dunia 1982. Dalam konfrensi Pers Mei 1982, Bearzot beralasan dan tetap yakin Paolo Rossi masih memiliki insting gol yang tajam.

" Rossi itu pemain yang tahu dimana letak gawang. Meski dua tahun tidak main, insting gol tidak akan hilang" Ujar Bearzot diterjemahkan oleh Meta AI.

Di Piala Dunia 1982 Italia tergabung di grup 1 bersama Polandia, Peru dan kamerun. Mengutip dari Wikipedia Piala dunia 1982,Tim asuhan Enzo Bearzot ini hanya mampu bermain imbang 0-0 dengan Polandia , serta 1-1 melawan Peru dan Kamerun.

Tidak satupun gol Italia di babak penyisihan grup melalui kaki Rossi hingga membuat publik bertambah yakin ketajamannya sudah benar benar hilang. Dunia pun saat itu memandang sebelah mata saat Italia bertemu Argentina dan Brasil dalam pertemuan di fase kedua di grup C yang disebut sebagai grup neraka.

Namun ungkapan “Bola itu bundar” menjungkirkan perkiraan banyak pengamat bola saat Italia mampu menyingkirkan sang juara Piala Dunia 1978 Argentina 2-1. Publik dunia juga kembali dibuat terkejut ketika Italia juga mampu membuat malu Brasil dengan skor 3-2.

Padahal Brasil sendiri saat itu disebut sebut memiliki skuad terbaik sepanjang sejarah dengan deretan pemain seperti Zico, Socrates dan Falcao Hebatnya dalam pertemuan melawan Brasil, ketiga gol Italia di ciptakan melalui kaki Paolo Rossi sebagai "Hattrick" yang melagenda.

Dunia terdiam, Brasil tersingkir dan Italia mulai dipercaya sebagai calon juara. Panggung pertemuan Italia dengan Brasil, menempatkan Rossi sebagai aktor utama dan pahlawan bagi Italia.

Setelah itu, Rossi semakin menggila melalui penampilannya yang semakin percaya diri ketika Italia menundukan Polandia 2-0 di babak semifinal. Dua gol yang diciptakan Rossi dalam pertandingan itu kembali mematahkan pandangan dunia terhadap Striker Italia ini.

Di laga final, Italia kembali menunjukan taringnya dengan menghancurkan kekuatan panser Jerman Barat 3 – 1 dan salah satu gol Italia kembali disumbangkan Rossi. Italia akhirnya mengangkat trofi Piala Dunia 1982 untuk kedua kalinya setelah Piala dunia 1934 di negaranya sendiri.

Dari pemain yang dicibir, Paolo Rossi berubah menjadi pahlawan nasional. Ia menutup turnamen sebagai top score dengan 6 gol dan sebagai pemain terbaik.

Piala dunia 1982 akhirnya dikenang bukan hanya tentang Italia berhasil angkat Trofi atau juga permainan bertahan “Cottanecio” yang diciptakan Enzo Bearzot. Turnemen Piala dunia 1982 juga banyak bercerita tentang seorang striker yang membungkam kritik dengan cara paling indah lewat gol gol bersejarah.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....