Jejak Piala Dunia : Argertina 1978, Raja Baru dan Luka Belanda

  • 16 Mei 2026 13:07 WIB
  •  Ranai

RRI.CO.ID, Natuna - Malam itu minggu 25 Juni 1978 waktu Argentina, gemuruh stadion Estadio Monumental seakan mengguncang langit Buenos Aires. Lautan supporter Argentina dengan kaos biru- putih bergemuruh dengan tabuhan genderang.

Sementara itu jutaan rakyat Argentina yang berada di luar stadion juga menaruh harapan pada satu mimpi yakni menjadi juara dunia untuk pertama kalinya. Dan inilah moment yang tepat, saat Argentina menghadapi Belanda dalam pertandingan final Piala dunia 1978.

Di sisi lain berdiri Belanda, sang pewaris “Total Football” yang empat tahun sebelumnya di Jerman Barat nyaris mengangkat trofi Piala dunia. Seperti tahun 1974, mereka kembali datang ke final dengan membawa luka lama dan harapan yang juga besar.

Namun Piala dunia 1978 menjadi panggung lahirnya sang Raja baru sepakbola dunia yakni si tuan rumah Argentina. Trofi Piala Dunia untuk pertama kalinya diraih setelah memupus kembali harapan Belanda lewat pertandingan dramatis.

Dari Wikipedia, sejarah mencatat kenangan Piala dunia 1978, tidak melupakan pemain Argentina bernomor punggung 10 Mario kempes . Sosok pemain dengan ciri rambut gondrong, kumis tebal dan permainan penuh tenaga menjadikannya sebagi ikon permainan tim Tango.

Pemain nyentrik inilah yang membuka keunggulan Argentina sebelum Belanda menyamakan skore menjelang laga usai. Dan ditengah tekanan luar biasa di babak tambahan, Kempes juga kembali mencetak gol keduanya sebelum Argentina memastikan kemenangan 3-1.

Sementara bagi Belanda kekalahan itu menjadi luka kedua beruntun di final Piala dunia . Meski di Piala Dunia 1978, Belanda tanpa sang Maestro Johan Cruyff, namun tetap tampil luar biasa dan membuat banyak jantung supoter Argentina berdetak kencang.

Dua kali tampil di final Piala Dunia , dua kali pula pulang tanpa mahkota. Sebuah generasi emas yang indah, namun tak pernah benar benar sempurna.

Pada akhirnya lagi turnamen Piala dunia 1978 dikenang bukan hanya sebagai kemenangan Argentina, tetapi juga akhir dari mimpi besar total football Belanda. Sebuah turnamen yang menghadirkan banyak air mata, kejayaan dan cerita abadi dalam sejarah sepakbola dunia.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....