Jangan Tunggu Tangki Benar-Benar Kosong, Ini Bahayanya bagi Kendaraan

  • 27 Agt 2026 14:57 WIB
  •  Ranai
Poin Utama
  • BBM
  • motor
  • Fuel pump

RRI.CO.ID, Natuna - Bagi sebagian pengendara, mengisi bahan bakar ketika indikator sudah berada di posisi E (Empty) dianggap sebagai hal biasa. Selama kendaraan masih bisa berjalan, tidak sedikit orang memilih menunda pengisian BBM sampai benar-benar hampir habis. Padahal, kebiasaan tersebut sebaiknya tidak dilakukan terus-menerus karena dapat memberikan dampak terhadap sistem bahan bakar kendaraan.

Menurut Mitsubishi Motors Indonesia, kebiasaan membiarkan tangki BBM benar-benar kosong atau sering mengisi ketika indikator sudah menunjukkan huruf E dapat meningkatkan risiko munculnya karat akibat kondensasi di dalam tangki. Air yang terbentuk dari proses kondensasi dapat mengendap di bagian bawah tangki dan berpotensi menyebabkan korosi.

Selain itu, ketika BBM tinggal sangat sedikit, kotoran dan endapan yang berada di dasar tangki berpotensi ikut tersedot oleh fuel pump. ANTARA menjelaskan bahwa kondisi tersebut dapat membuat filter bahan bakar lebih cepat kotor dan dalam kondisi tertentu dapat mengganggu kinerja fuel pump hingga komponen lain seperti injektor.

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah fuel pump atau pompa bahan bakar. Pada kendaraan tertentu, pompa berada di dalam tangki dan BBM membantu menjaga suhu pompa. RRI dalam artikel otomotifnya pada Juli 2026 menjelaskan bahwa ketika BBM terlalu sedikit, pompa dapat bekerja lebih keras dan lebih panas sehingga berpotensi mempercepat keausan.

Kebiasaan menunggu sampai BBM benar-benar habis juga meningkatkan kemungkinan kendaraan mogok di tengah perjalanan. Kondisi ini tentu merepotkan, terlebih jika kendaraan kehabisan BBM ketika berada di jalan yang jauh dari SPBU, sedang macet, atau berada di lokasi yang minim penerangan. Mitsubishi Motors Indonesia juga menyarankan agar pengisian dilakukan sebelum indikator mencapai posisi E atau lampu peringatan BBM menyala.

Lalu, kapan sebaiknya mengisi BBM? Tidak perlu menunggu tangki benar-benar kosong. Sebagai kebiasaan sederhana, pengendara dapat mulai mencari SPBU ketika indikator sudah mendekati seperempat tangki. RRI juga mengutip saran mekanik agar pengendara mengisi BBM ketika indikator berada di sekitar seperempat tangki untuk membantu menjaga kondisi sistem bahan bakar.

Jadi, mengisi BBM saat tangki sudah hampir kosong bukan berarti kendaraan akan langsung rusak. Yang menjadi masalah adalah jika kebiasaan tersebut dilakukan berulang kali. Menjaga BBM tetap tersedia bukan hanya untuk menghindari mogok, tetapi juga sebagai salah satu cara sederhana untuk menjaga sistem bahan bakar kendaraan tetap bekerja dengan baik.

Mulai sekarang, jangan tunggu jarum BBM benar-benar menyentuh huruf E. Lebih baik mengisi sedikit lebih awal daripada harus mencari SPBU dalam kondisi kendaraan sudah kehabisan bahan bakar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....