Wabup Natuna Imbau Masyarakat Bijak Kelola Keuangan

  • 07 Sep 2026 19:47 WIB
  •  Ranai

RRI.CO.ID, Natuna- Wakil Bupati Natuna Jarmin mengimbau masyarakat agar semakin berhati-hati dan bijak dalam mengambil keputusan finansial di tengah kemudahan akses teknologi dan layanan keuangan. Kemudahan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan secara positif tanpa membuat masyarakat terjerumus dalam investasi bodong, pinjaman ilegal maupun berbagai bentuk penipuan keuangan.

Imbauan tersebut disampaikan Jarmin saat membuka kegiatan Gerakan Nasional Cerdas Keuangan atau GENCARKAN 2026 di Kabupaten Natuna, Minggu 6 September 2026. Menurutnya, pemahaman mengenai pengelolaan keuangan penting agar masyarakat mampu menentukan pilihan finansial sesuai kebutuhan dan kemampuan.

Jarmin juga mengajak masyarakat tidak mudah tergiur dengan berbagai tawaran keuangan yang diperoleh melalui platform digital. Setiap produk maupun layanan keuangan perlu dipahami terlebih dahulu, termasuk manfaat dan risikonya sebelum digunakan.

“Masyarakat harus cerdas dan bijak dalam mengelola keuangan, jangan mudah tergiur dengan tawaran yang belum diketahui manfaat maupun risikonya,” ujar Jarmin. Ia menilai literasi keuangan menjadi bekal penting agar masyarakat mampu menghindari berbagai bentuk kerugian finansial.

Dalam kegiatan tersebut, Jarmin tidak hanya menyampaikan sambutan, tetapi juga turut berpartisipasi dengan menyumbangkan lagu. Ia kemudian mengajak para tamu undangan dan kepala OPD untuk bersama-sama membantu pengundian kupon doorprize.

Berbagai hadiah disiapkan bagi peserta, mulai dari mesin cuci, kipas angin, magic com dan paket sembako hingga keping emas. Pengundian berlangsung meriah dan mendapat antusiasme dari ribuan peserta yang mengikuti rangkaian kegiatan GENCARKAN 2026.

Jarmin bersama para tamu undangan dan kepala OPD secara bergantian mengambil kupon peserta dalam sesi pengundian. Keterlibatan langsung tersebut membuat rangkaian kegiatan berlangsung semakin interaktif dan dekat dengan masyarakat.

GENCARKAN 2026 di Natuna menargetkan sekitar 2.500 peserta hingga tahun 2026 yang mencakup pelajar, pemerintahan dan masyarakat dari berbagai lapisan. Melalui kegiatan tersebut, masyarakat diharapkan tidak hanya mudah mengakses layanan keuangan, tetapi juga memiliki kecakapan dalam menentukan pilihan yang aman dan sesuai kebutuhan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....