Perubahan Signifikan Warnai Ranking BWF Terbaru

  • 03 Jun 2026 17:52 WIB
  •  Ranai

RRI.CO.ID, Natuna - Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) resmi merilis pembaruan peringkat dunia sektor tunggal putra pasca-bergulirnya turnamen Singapore Open 2026 pada pekan lalu. Rilis terbaru ini membawa kabar baik sekaligus perubahan peta kekuatan yang cukup signifikan bagi sejumlah pebulu tangkis andalan Indonesia di kancah internasional.

Sorotan utama tertuju pada pemain muda Alwi Farhan yang sukses menembus peringkat 12 dunia setelah naik satu anak tangga dari posisi sebelumnya. Keberhasilan mencapai pengumpulan 66.209 poin ini menandai rekor capaian tertinggi sepanjang karier profesional sang pemain sekaligus mempertegas perannya sebagai masa depan tunggal putra nasional.

Di jajaran elite dunia, Jonatan Christie juga menunjukkan performa yang stabil dengan tetap bertahan secara kokoh di peringkat kelima dunia. Mengantongi total 83.631 poin, peluang Jonatan untuk menembus posisi tiga besar dunia masih terbuka sangat lebar karena hanya berselisih sekitar sepuluh ribu poin dari rival di atasnya.

Sementara itu, posisi puncak klasemen dunia saat ini masih dikuasai dengan nyaman oleh pebulu tangkis asal China, Shi Yu Qi, lewat raihan 108.905 poin. Di bawahnya, persaingan ketat terjadi saat Anders Antonsen naik ke peringkat kedua dengan 95.455 poin, disusul Kunlavut Vitidsarn yang membuntuti di posisi ketiga lewat 93.565 poin.

Sayangnya, tren positif para pemain muda tanah air belum mampu diikuti oleh tunggal putra senior Indonesia, Anthony Sinisuka Ginting. Ginting harus rela posisinya melorot ke peringkat 44 dunia dengan torehan 34.759 poin dan diharapkan bisa segera menemukan performa terbaiknya untuk kembali bangkit.

Selain Alwi dan Jonatan, beberapa pilar muda Indonesia lainnya juga terus berjuang merangkak naik memadati daftar peringkat seratus besar dunia. Nama-nama seperti Moh. Zaki Ubaidillah di peringkat 36, Prahdiska Bagas Shujiwo di posisi 42, Muhamad Yusuf di urutan 51, serta Richie Duta Richardo di peringkat 69 menjadi bukti nyata berjalannya regenerasi.

Fenomena bergesernya posisi ini memperlihatkan gerak agresif para pemain pelapis dalam mendesak dominasi para atlet senior di pelatnas. Evaluasi berkala pascaturnamen di Singapura ini menjadi modal penting bagi skuad Merah Putih dalam menatap kejuaraan-kejuaraan besar berikutnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....