Cakar Ayam, Camilan Renyah Dari Singkong

  • 31 Jan 2024 16:12 WIB
  •  Ranai

KBRN, Ranai: Renyah, manis dan gurih, itulah kata yang bisa menggambarkan rasa dan tekstur dari camilan cakar ayam. Jika di Ranai, Natuna camilan ini disebut cakar ayam. Di beberapa daerah punya sebutan lain untuk camilan yang satu ini. Ada yang menyebut kue kremes, kue carang, gerubi, bahkan ada juga yang menyebutnya kremes hui. Terbuat dari singkong yang diserut halus, digoreng dan dicampur gula merah, cakar ayam banyak disukai oleh masyarakat untuk dinikmati sebagai camilan diwaktu santai. Asnawati salah satunya, warga yang tinggal di Teluk Selahang Desa Limau Manis Kecamatan Bunguran Timur Laut Kabupaten Natuna ini mengaku sangat suka dengan cakar ayam. Hal itulah yang akhirnya membuat Asnawati tertarik untuk coba membuat cakar ayam dan menjualnya. " Dulu awalnya karena saya suka banget makan cakar ayam ni. Karena rasanya enak, jadi saya tu penasaran pengen coba buat sendiri. Pertama bikin rasanya nggak seenak ini. Terus saya coba lagi dan coba lagi sampai enak rasanya, baru saya titip ke warung - warung" jelas Asnawati.

Untuk mendapatkan cakar ayam yang renyah, singkong yang digunakan tidak sembarangan. Begitupun untuk gula merah, biasanya Asnawati menggunakan gula merah cair yang warnanya agak kuning. " Ubinya yang kulit putih, itu enak ubinya renyah. Gulanya juga yang agak kuning warnanya dan bukan gula padat tapi yang cair. Takarannya juga harus pas, kalau nggak pas rasanya bisa pahit" tambah Asnawati.

Setiap harinya Asnawati membuat cakar ayam rata - rata 150 buah dan diititipkan ke beberapa warung dengan harga Rp. 1000,- perbuah. Menekuni usaha membuat cakar ayam sejak 2003 lalu, Asnawati juga sering mendapatkan ilmu terkait dengan usaha rumahan. Ia sudah beberapa kali mengikuti pelatihan sebagai pelaku industri rumahan . salah satunya yang dilaksanakan oleh Pusat penelitian Dan Pengabdian Pada Masyarakat bekerjasama dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak. " Saya tiga tahun ikut pelatihan itu biasanya beberapa bulan sekali. Pernah dibantu juga peralatan seperti kompor dan kuali yang besar untuk usaha saya. Alhamdulillah sekarang usaha cakar ayam ni cukup untuk kebutuhan kami" tambah perempuan yang akrab disapa As ini.

Memiliki usaha rumahan tidak selalu membutuhkan modal yang besar. Memanfaatkan bahan pangan lokal seperti singkong, juga bisa menjadi peluang usaha jika kita mau. Tidak hanya dari singkong, cakar ayam juga bisa dibuat dari ubi jalar lho.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....