Otak-Otak Bakar, Kudapan Gurih dari Ikan
- 31 Jan 2024 13:49 WIB
- Ranai
KBRN, Ranai: Menjadi daerah yang dikelilingi lautan membuat Kabupaten Natuna memiliki hasil laut yang melimpah. Hal ini pula yang membuat menu khas daerah yang berbahan dasar ikan sangat beragam. Salah satunya adalah otak-otak. Kudapan yang satu ini memang disukai oleh berbagai kalangan. Tidak hanya untuk memanjakan lidah keluarga, otak-otak juga bisa menjadi peluang usaha. Hal itu lah yang dilakukan oleh Darsimar warga desa Sepempang, Kecamatan Bunguran Timur, Kabupaten Natuna.
“Awalnya buat usaha ni sama kakak ipar, setelah kakak ipar pulang, kami lanjut terus. Dulu harganya satu Rp.500,- karena bahan masih murah. Sekarang Rp.1000,- kan bahan-bahan udah naik semua ni.” Kata Darsimar
Berbeda dari otak-otak di beberapa daerah yang berwarna putih pucat, otak-otak yang yang dibuat Darsimar berwarna merah bata, seperti otak-otak yang sering dijumpai di wilayah Kepulauan Riau lainnya. Hal ini karena adanya campuran cabai merah dalam racikan rempahnya. Rasa pedas dari campuran cabai merah membuat otak-otak ikan ini bisa disantap langsung tanpa sambal kacang atau cuko sebagai cocolan, seperti otak-otak di daerah lain.
Tidak hanya warnanya yang berbeda, bungkusnya pun berbeda. Jika kebanyakan otak-otak dibungkus dengan daun pisang, adonan otak-otak yang terbuat dari ikan tongkol, tepung tapioka, tepung beras, minyak goreng dan rempah rempah khusus ini, dibungkus menggunakan daun kelapa.
Dibakar sebelum disajikan, membuat otak-otak ikan memiliki aroma khas yang menggugah selera. Otak-Otak Sepempang, itulah nama yang dipilih oleh ibu Darsimar. Nama ini dipilih karena otak-otak ini dijual di area desa Sepempang. Enam tahun membangun usaha sendiri, Otak-Otak Sepempang hingga saat ini masih terus eksis. Jika pada awalnya Otak-Otak Sepempang hanya dijual setiap hari minggu, kini Otak-Otak Sepempang bisa dinikmati setiap hari karena telah membuka cabang di kawasan Pantai Piwang Ranai. Tidak hanya itu saja, ibu Darsimar kini juga melayani pesanan untuk oleh-oleh keluar daerah.
"Ini yang kami bikin sendiri sudah 6 tahun. Cuma kalau di Ranai baru satu tahun lebih. Jadi selama ini cuma hari Minggu di depan sini aja. Sekarang udah terima pesanan, kalau dulu memang nggak, karena hari Minggu aja. Banyak juga yang pesan, ada dari medan, Jakarta, Pekanbaru pun ada," tambah Darsimar.
Usaha otak-otak ikan yang jalani oleh Darsimar tidak hanya memberi dampak positif terhadap perekonomian keluarganya sendiri, namun juga untuk tetangga sekitar. Bisa membuka lapangan kerja meskipun tidak setiap hari, menjadi kesenangan tersendiri bagi ibu Darsimar karena bisa berbagi rezeki.
"Kalau bikin otak-otak tak pernah sendiri, dibantu karyawan 4 orang. Alhamdulillah bisalah bantu tetangga," tutup Darsimar.
Nah, jika anda jalan-jalan ke Natuna, jangan lupa mencoba kuliner yang satu ini ya. Bisa juga lho untuk oleh-oleh. Dengan harga yang terjangkau kita bisa menikmati kuliner dari ikan yang gurih dan enak.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....