Menjelajah Kuliner Natuna Sensasi Unik Buah Sedek

  • 29 Jun 2026 12:52 WIB
  •  Ranai

RRI.CO.ID, Natuna - Kepulauan Natuna tidak hanya terkenal dengan keindahan lautnya yang memukau dan primata langka Kekah, tetapi juga menyimpan kekayaan kuliner dan buah-buahan endemik yang sangat unik, salah satu yang paling menarik perhatian adalah buah sedek, sekilas, buah ini memiliki penampilan fisik yang sangat mirip dengan buah mangga. Namun, jangan salah sangka cara menikmati buah sedek menawarkan sensasi unik yang tidak akan anda temukan pada buah mangga biasa.

Bagi orang yang baru pertama kali melihatnya, mereka pasti akan mengira buah ini adalah salah satu jenis mangga hutan, bentuk, warna kulit, hingga serat dagingnya memang sekilas sangat identik dengan mangga (Mangifera). Namun, begitu Anda mencoba memakannya, buah sedek akan menyuguhkan pengalaman yang benar-benar berbeda dan tiada duanya.

Jika mangga pada umumnya bisa langsung dikupas atau dipotong menggunakan pisau saat matang, buah sedek menuntut sebuah "ritual" tersendiri sebelum disantap, kulit dan daging buah sedek cenderung memiliki tekstur yang keras dan padat. Oleh karena itu, cara makan buah sedek yang benar adalah dengan diketok-ketok atau dipukul-pukul terlebih dahulu ke permukaan yang keras (seperti lantai atau meja), atau dipukul menggunakan punggung pisau secara perlahan di seluruh permukaannya.

Proses pengetokan ini bertujuan untuk melunakkan daging buah di dalamnya sekaligus melonggarkan kulitnya dari daging buah, setelah dirasa cukup empuk, barulah buah sedek bisa dikupas dengan mudah menggunakan tangan atau bantuan pisau, lalu dinikmati. Bukan hanya cara makannya yang tidak biasa, buah sedek juga dikenal memiliki aroma yang sangat menyengat dan khas, bagi masyarakat lokal Natuna, aroma kuat inilah yang menjadi daya tarik utama dan tanda bahwa buah telah matang sempurna di pohon.

Bagi sebagian orang yang belum terbiasa, aromanya mungkin terasa mengejutkan mirip dengan sensasi pertama kali mencium buah durian atau cempedak, namun bagi para pencinta buah eksotis, wewangian tajam inilah yang justru membangkitkan selera. Pengalaman mencicipi buah sedek sering kali mengundang tawa sekaligus rasa heran bagi mereka yang baru menginjakkan kaki di Natuna, salah satunya adalah Zihan, seorang pendatang yang baru beberapa waktu menetap di Ranai, Saat pertama kali disodori buah sedek oleh warga lokal, Zihan mengaku sempat bingung karena aromanya yang sangat kuat dan menusuk hidung, bahkan sebelum kulitnya dikupas.

"Awalnya saya pikir ini mangga biasa karena bentuknya mirip sekali. Tapi kok baunya menyengat banget, mirip buah hutan yang tajam. Sempat agak ragu buat coba," ujar Zihan sambil tertawa mengingat momen pertamanya.

Namun, kejutan bagi Zihan tidak berhenti di aroma saja. Ia makin dibuat heran ketika melihat cara warga lokal memperlakukan buah tersebut sebelum disajikan kepadanya, Zihan pun dipandu untuk mempraktikkan langsung ritual unik ini. Ia mencoba mengetok-ngetokkan buah sedek ke permukaan lantai dan memukul-mukul kecil seluruh permukaannya menggunakan punggung pisau tebal hingga teksturnya terasa melunak di tangan.

Begitu kulitnya terbuka, perpaduan aroma harum yang tajam langsung menyeruak, rasa daging buahnya menawarkan kombinasi rasa manis dan asam yang menyegarkan, menjadikannya salah satu buah buruan favorit warga maupun wisatawan yang berkunjung ke Natuna, terutama saat musim buah tiba.

"Pas dicoba setelah diketok itu, dagingnya sedikit keras tapi berair. Rasanya manis tapi ada asem-asem segarnya yang bikin nagih. Unik sekali, cara makannya harus 'emosi' dulu diketok-ketok, tapi pas dimakan rasanya juara," kesan Zihan setelah berhasil menaklukkan buah khas Natuna tersebut.

Keberadaan buah sedek ini semakin memperkaya khazanah kekayaan alam Natuna yang otentik, bagi siapa saja yang berkunjung ke ujung utara Indonesia ini, mencicipi buah sedek dengan cara diketok langsung adalah salah satu pengalaman kuliner lokal yang wajib dicoba. Buah sedek tidak tumbuh sepanjang tahun pohon-pohon sedek yang menjulang tinggi di kawasan perkebunan warga maupun di kaki gunung biasanya hanya berbuah pada musim-musim tertentu bersamaan dengan buah musiman khas Natuna lainnya.

Keberadaannya selalu dinanti dan menjadi penglipur rindu bagi warga Natuna yang merantau, sekaligus menjadi daya tarik wisata kuliner yang autentik bagi para pendatang. Menikmati buah sedek bukan sekadar urusan mengenyangkan perut, melainkan menikmati sebuah seni dan tradisi lokal yang melekat erat dengan alam Kepulauan Natuna.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....