Dari Jualan "Tergantung Mood" ke Buka Gerai: Kisah Ummica, Owner Kantin UmiCa

  • 12 Jun 2026 15:14 WIB
  •  Ranai

RRI.CO.ID, Natuna - Tidak semua bisnis lahir dari rencana matang. Kantin UmiCa milik Ummica justru berawal dari rasa jenuh di rumah dan jualan online yang "tergantung mood". Kini gerainya tidak hanya ada di lingkungan sekolah, tapi juga merambah ke luar.

Perjalanan Ummica dimulai jauh sebelum 2014, sebelum mangkal di kantin sekolah, ia sudah jualan dari rumah lewat sistem delivery online. Tapi waktu itu bisnisnya belum rutin.

“Kalau untuk awal mula jualan, sebelum jualan dikantin sekolah udah pernah jualan dirumah juga, via online. Pas lagi rajin sistemnya delivery. Tapi jualanny masih tergantung mood, tidak rutin. Setelah pindah ke rumah dinas smansa, ada rasa jenuh jdi buka kantin. Tahun 2014. Dibntu 1 karyawan,” kenang Ummica saat diwawancarai Pro2, Jumat 12/06/2026.

Keputusan buka gerai di luar sekolah pun lahir secara tida sengaja, awalnya obrolan santai dengan suami saat mau cuti sekolah. Dari obrolan "daripada tabungan habis buat liburan", muncul ide investasi buka gerai baru.

“Sebenernya mutusin gerai diluar sekolah itu diluar prediksi sih, akhir tahun lalu aku sama suami ngobrol karena mau cuti sekoah biasanya liburan gimana kalau tabungan yang sudah ada dari pada habis untuk jalan-jalan aja kita coba invest lagi. Dari situlah mulai kepikiran buka gerai diluar sekolah,” ceritanya.

Sebagai pelaku UMKM, Ummica paham naik-turun penjualan itu wajar, kuncinya kuncinya evaluasi bareng tim dan nggak berhenti berinovasi. Kalau penjualan lagi turun, ia langsung introspeksi dari pelayanan sampai kualitas makanan, ditambah rajin bikin konten dan launching menu baru.

“Kalau penjualan sedang menurun, aku evaluasi sama tim misalnya ada kekurangan ga dari pelayanan atau kualitas makanan yang jual, buat konten juga, launching menu baru lagi,” ujarnya.

Diakhir obrolan, Ummica punya harapan sederhana tapi dalam. Ia ingin Kantin Ummi Ca terus berkembang, bukan cuma omzetnya naik, tapi juga jadi usaha yang berkah dan bisa buka lapangan kerja untuk orang lain.

“Semoga usaha umica kedepannya bisa terus berkembang, bukan cuma dari segi penjualannya aja tapi bisa jadi jalan rezeki yang berkah, bermanfaat dan membuka peluang rezeki untuk orang lain,” tutupnya.

Kisah Ummica jadi bukti, bisnis besar bisa mulai dari rasa jenuh, 1 karyawan, dan obrolan santai di rumah. Modalnya konsisten, mau evaluasi, dan niat berbagi rezeki.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....