Pola Tidur yang Benar untuk Bayi Menurut IDAI

  • 06 Okt 2026 14:20 WIB
  •  Ranai

RRI.CO.ID,Natuna - Tidur merupakan bagian penting dalam proses tumbuh kembang bayi. Tidak hanya membantu memulihkan energi, tidur juga berperan dalam perkembangan otak, pertumbuhan fisik, sistem kekebalan tubuh, serta perkembangan emosi bayi.

Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), pada bayi baru lahir pola tidur dan bangun memang belum teratur. Bayi dapat tidur dalam beberapa periode pendek maupun panjang dan lebih sering terbangun karena kebutuhan untuk menyusu.

Seiring pertambahan usia, pola tidur secara perlahan menjadi lebih teratur, terutama pada malam hari.pada masa awal kehidupan, bayi dapat menghabiskan sebagian besar waktunya untuk tidur.IDAI menjelaskan bahwa bayi baru lahir dapat tidur hingga sekitar 20 jam dalam sehari, tetapi tidurnya terbagi dalam beberapa periode, mulai dari sekitar 20 menit hingga beberapa jam.

Memasuki usia sekitar satu bulan hingga satu tahun, ritme tidur mulai berkembang,bayi secara bertahap akan lebih lama terjaga pada siang hari dan memiliki periode tidur yang lebih panjang pada malam hari. Menjelang akhir tahun pertama, total waktu tidur anak umumnya sekitar 14–15 jam per hari, dengan porsi terbesar pada malam hari dan sisanya berupa satu atau dua kali tidur siang.

Namun, kebutuhan tidur setiap bayi dapat berbeda,karena itu orang tua tidak perlu terlalu cemas jika pola tidur bayi tidak persis sama dengan bayi lainnya selama bayi tetap tumbuh dan berkembang dengan baik.Pola tidur yang baik bukan hanya tentang berapa lama bayi tidur, IDAI menekankan pentingnya keseimbangan antara jadwal tidur, total waktu tidur, tidur siang, serta kemampuan tidur yang semakin terkonsolidasi seiring perkembangan anak.

Bayi baru lahir belum mampu membedakan siang dan malam dengan baik,orang tua dapat membantu membentuk ritme tersebut.Pada pagi hingga sore hari, ajak bayi berinteraksi ketika ia terjaga, misalnya berbicara, bermain, atau bernyanyi. Sebaliknya, pada malam hari kurangi cahaya, suara, dan stimulasi yang tidak diperlukan.

Jangan menunggu sampai bayi terlalu lelah untuk menidurkannya. Orang tua dapat memperhatikan tanda-tanda bayi mulai mengantuk, kemudian memberikan kesempatan bayi untuk tidur.IDAI juga menyebutkan bahwa bayi dapat diletakkan di tempat tidurnya ketika sudah mengantuk tetapi masih dalam keadaan terjaga.

Kebiasaan ini dapat membantu bayi belajar tidur secara lebih mandiri,IDAI dengan merujuk pada rekomendasi lingkungan tidur aman, menyebutkan bahwa bayi sebaiknya tidur di ruangan yang sama dengan orang tua tetapi di tempat tidur yang terpisah. Pengaturan ini memungkinkan orang tua tetap dekat dan mudah memantau bayi, sekaligus mengurangi risiko yang dapat terjadi ketika bayi tidur di tempat tidur orang dewasa.

Suhu lingkungan tidur juga perlu diperhatikan,bayi tidak perlu menggunakan pakaian atau selimut yang terlalu tebal.Menurut IDAI, lingkungan yang terlalu panas dapat meningkatkan risiko SIDS.

Bila bayi berkeringat, terlihat gelisah, atau tubuhnya terasa terlalu panas, orang tua perlu menyesuaikan pakaian atau suhu ruangan.Bayi sebaiknya juga tidur di atas kasur yang rata dan cukup padat, bukan alas yang terlalu empuk.

Hindari meletakkan bantal, guling, boneka, kain, atau benda lunak lainnya di sekitar bayi karena dapat meningkatkan risiko wajah atau kepala bayi tertutup.tidurkan bayi dalam posisi telentang, gunakan alas yang rata dan cukup padat, jauhkan benda-benda lunak dari tempat tidur, hindari bayi kepanasan, dan letakkan tempat tidur bayi di kamar yang sama dengan orang tua tetapi pada tempat tidur yang terpisah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....