Kemenkes RI Ingatkan, Cegah Computer Vision Syndrome
- 22 Sep 2026 09:16 WIB
- Ranai
RRI.CO.ID,Natuna - Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mengingatkan masyarakat untuk menjaga kesehatan mata di tengah meningkatnya penggunaan komputer, laptop, tablet, dan ponsel dalam aktivitas sehari-hari. Penggunaan layar digital dalam waktu lama dapat memicu Computer Vision Syndrome (CVS), yaitu kumpulan keluhan pada mata dan penglihatan akibat aktivitas menatap layar secara berkepanjangan. Gejalanya antara lain mata lelah, kering, perih, pandangan kabur, hingga sakit kepala.
Salah satu cara mencegah CVS adalah menerapkan aturan 20-20-20. Kementerian Kesehatan menyarankan agar setiap 20 menit menatap layar, pengguna mengalihkan pandangan ke objek yang berjarak sekitar 20 kaki atau 6 meter selama 20 detik. Selain itu, pengguna juga dianjurkan untuk lebih sering berkedip agar permukaan mata tetap lembap dan tidak mudah mengalami kekeringan.
Pencegahan berikutnya dapat dilakukan dengan mengatur posisi layar dan jarak pandang. Kemenkes menyebutkan jarak layar yang sesuai sekitar 50–70 sentimeter dari mata, dengan posisi bagian atas monitor sedikit lebih rendah dari tinggi mata. Selain itu, pencahayaan ruangan juga perlu diperhatikan dengan menghindari kondisi yang terlalu gelap, terlalu terang, atau menimbulkan pantulan cahaya pada layar.
Masyarakat juga disarankan membatasi penggunaan perangkat digital dan memberikan waktu istirahat bagi mata. Kemenkes sebelumnya menyarankan penggunaan komputer maksimal sekitar dua jam sebelum beristirahat selama 10–15 menit, terutama ketika penggunaan layar berlangsung terus-menerus. Saat beristirahat, mata sebaiknya tidak kembali digunakan untuk melihat ponsel atau perangkat digital lainnya.
Selain mengatur durasi penggunaan layar, kesehatan penglihatan juga perlu diperhatikan. Pengguna yang memiliki gangguan penglihatan seperti mata minus, plus, atau silinder dianjurkan menggunakan kacamata sesuai hasil pemeriksaan. Ukuran huruf pada layar juga dapat diperbesar agar mata tidak perlu bekerja terlalu keras untuk membaca tulisan yang kecil.
Dengan menerapkan kebiasaan tersebut, masyarakat dapat mengurangi risiko dan keluhan akibat Computer Vision Syndrome. Kemenkes juga mengingatkan bahwa apabila mata merah tidak membaik, pandangan terus-menerus kabur, mengalami nyeri mata hebat, atau keluhan tetap muncul meskipun penggunaan layar sudah dikurangi, masyarakat sebaiknya memeriksakan kondisi mata kepada tenaga medis.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....