Sering Menatap Layar? Kenali Computer Vision Syndrome
- 22 Sep 2026 09:20 WIB
- Ranai
RRI.CO.ID,Natuna - Penggunaan komputer, laptop, tablet, dan ponsel dalam waktu lama dapat memicu berbagai keluhan pada mata. Kementerian Kesehatan RI menyebut kondisi tersebut dapat berkaitan dengan Computer Vision Syndrome (CVS) atau sindrom kelelahan mata akibat penggunaan layar digital.
Computer Vision Syndrome merupakan kumpulan keluhan yang tidak hanya menyerang mata, tetapi juga dapat berkaitan dengan penglihatan, leher, dan bahu. Kondisi ini lebih berisiko terjadi ketika seseorang terlalu lama menatap layar, memiliki jarak pandang yang tidak sesuai, pencahayaan kurang baik, atau bekerja dengan posisi yang tidak ergonomis.
| Baca juga: Dampak Smartphone Terhadap Kesehatan Otak |
Gejala yang dapat muncul antara lain mata lelah, kering, perih, panas, merah, berair, hingga pandangan kabur dan sulit fokus. Keluhan lainnya dapat berupa sakit kepala serta rasa pegal pada leher, bahu, atau punggung setelah terlalu lama berada di depan layar.
Untuk mengurangi risiko CVS, Kemenkes menganjurkan penerapan aturan 20-20-20, yakni setiap 20 menit menatap layar, alihkan pandangan ke objek berjarak sekitar 20 kaki atau 6 meter selama 20 detik. Pengguna perangkat digital juga disarankan lebih sering berkedip serta mengatur posisi layar sekitar 50–70 sentimeter dari mata dan sedikit lebih rendah dari posisi mata.
Pencahayaan ruangan juga perlu diperhatikan agar tidak terlalu terang, terlalu gelap, atau menimbulkan pantulan pada layar. Ukuran huruf sebaiknya dibuat cukup besar agar mata tidak perlu bekerja terlalu keras saat membaca.
Sebagian besar keluhan CVS dapat membaik setelah mata diistirahatkan dan kebiasaan penggunaan layar diperbaiki. Namun, jika mata tetap merah, pandangan terus-menerus kabur, muncul nyeri mata hebat, sakit kepala berulang, atau keluhan tidak membaik meski penggunaan layar dikurangi, Kemenkes menyarankan untuk memeriksakan kondisi tersebut ke dokter.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....