Bahaya Tidak Bersendawa setelah Bayi Menyusui
- 18 Sep 2026 10:30 WIB
- Ranai
RRI.CO.ID,Natuna-Udara dapat ikut tertelan saat bayi menyusu ketika menyusu, terutama jika pelekatan mulut bayi pada payudara kurang optimal atau aliran ASI sangat deras, bayi dapat ikut menelan udara. Udara yang masuk ke lambung dapat membuat bayi merasa penuh, tidak nyaman, menggeliat, atau rewel setelah menyusu.
Namun, bayi tidak selalu harus bersendawa menurut American Academy of Pediatrics, sebagian bayi yang menyusu langsung dari payudara tidak banyak menelan udara sehingga tidak selalu perlu disendawakan. Jadi, tidak munculnya sendawa bukan berarti udara pasti terperangkap atau akan menyebabkan kondisi berbahaya pada bayi.
Pada bayi yang banyak menelan udara, tidak bersendawa dapat menyebabkan rasa tidak nyaman,bayi mungkin menunjukkan tanda seperti menangis setelah menyusu, melengkungkan punggung, mengepalkan tangan, menarik kedua kaki ke arah perut, atau tampak gelisah. Kondisi tersebut dapat mengindikasikan adanya udara yang membuat perut bayi terasa tidak nyaman.
Udara di dalam lambung juga dapat berhubungan dengan gumoh lambung bayi masih berukuran kecil, sehingga udara dan susu dapat memenuhi lambung dengan cepat.Ketika bayi bergerak atau berubah posisi, sebagian susu dapat kembali naik ke kerongkongan dan keluar melalui mulut karena itu, menyendawakan bayi selama atau setelah menyusu dapat membantu mengurangi gumoh pada sebagian bayi.
Cara menyendawakan bayi harus dilakukan dengan lembut,orang tua dapat menggendong bayi dalam posisi tegak dengan kepala dan leher disangga, kemudian menepuk atau mengusap punggungnya secara perlahan. Tidak perlu memaksakan bayi sampai bersendawa jika setelah beberapa menit tidak keluar sendawa tetapi bayi tetap nyaman, orang tua tidak perlu panik.
Setelah menyusu, bayi dapat dipertahankan dalam posisi tegak untuk sementara. Langkah ini terutama dapat membantu bayi yang mudah gumoh atau tampak banyak menelan udara setelah menyusu. American Academy of Pediatrics juga menyarankan membatasi aktivitas yang terlalu aktif segera setelah bayi makan karena gerakan dapat memicu keluarnya kembali susu.
Orang tua perlu membedakan gumoh biasa dengan muntah yang membutuhkan perhatian medis,gumoh biasanya berupa keluarnya sedikit susu dengan mudah dan tanpa kontraksi kuat.Sedangkan muntah yang menyemprot atau terjadi berulang setelah setiap kali makan dapat menjadi tanda adanya masalah yang perlu diperiksa dokter. Jika terdapat darah pada muntahan atau bayi mengalami muntah menyemprot berulang, pemeriksaan medis perlu dilakukan segera.
Kesimpulannya tidak bersendawa bukanlah kondisi yang otomatis membahayakan bayi,yang lebih penting adalah memperhatikan kondisi bayi setelah menyusu, memastikan pelekatan menyusu baik, dan membantu bayi bersendawa apabila ia tampak tidak nyaman. Bila bayi terus-menerus rewel setelah menyusu, sulit menyusu, muntah berulang, mengalami tanda dehidrasi, atau berat badannya tidak bertambah dengan baik, sebaiknya orang tua berkonsultasi dengan dokter anak atau tenaga kesehatan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....