Betis Sakit saat Berjalan, Hilang saat Berhenti : Waspadai Klaudikasio
- 13 Sep 2026 07:03 WIB
- Ranai
RRI.CO.ID,Natuna - Rasa sakit pada betis yang muncul ketika berjalan dan kemudian hilang setelah berhenti beraktivitas sebaiknya tidak dianggap sebagai kelelahan biasa. Kondisi tersebut dapat menjadi tanda klaudikasio intermiten, yaitu nyeri pada kaki akibat aliran darah ke otot tidak mencukupi ketika tubuh membutuhkan lebih banyak oksigen saat beraktivitas.
Keluhan biasanya muncul setelah seseorang berjalan dalam jarak atau waktu tertentu. Nyeri dapat terasa seperti kram, pegal, berat, atau lelah pada betis dan umumnya mereda setelah beristirahat selama beberapa menit.
Salah satu penyebab yang perlu diwaspadai adalah penyakit arteri perifer, yaitu kondisi ketika pembuluh darah arteri yang membawa darah ke kaki mengalami penyempitan atau penyumbatan. Penyempitan tersebut dapat mengurangi aliran darah, terutama ketika otot kaki bekerja lebih keras saat berjalan.
Seperti dikatakan dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah dari klinik Kiera dr Erta, Sp. JP akun Yutube @DrErtaSpJP.
“Gejala penyakit pembuluh darah menurut saya terlalu sering dianggap masalah otot, bayangkan ya pembuluh darah yang di kaki itu seperti jalan raya yang membawa suplai oksigen ke otot. Saat Anda sedang duduk santai, kebutuhan ototnya kecil, walaupun jalannya itu sudah menyempit karena ada plak aterosklerosis, suplai darah kadang masih cukup, tapi begitu berjalan, otot betis itu mulai bekerja dan meminta lebih banyak oksigen. Kalau arterinya itu normal, aliran darah akan meningkat. Kalau arterinya menyempit, suplai darah tidak mampu mengejar kebutuhan. Otot akhirnya mulai protes, muncul keluhan seperti pegal, keram, berat, panas, atau nyeri”.
Risiko penyakit arteri perifer dapat meningkat pada orang yang merokok, memiliki diabetes, tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, atau memiliki faktor risiko penyakit jantung dan pembuluh darah. Karena itu, nyeri betis yang berulang saat berjalan perlu diperhatikan, terlebih jika keluhan semakin sering atau jarak berjalan yang mampu ditempuh semakin pendek.
| Baca juga: 8 Tanda Check Up tidak Boleh Ditunda |
Selain nyeri, beberapa tanda lain yang perlu diperhatikan antara lain kaki terasa lebih dingin dibandingkan sisi lainnya, perubahan warna kulit, luka pada kaki yang sulit sembuh, mati rasa atau kelemahan pada tungkai. Jika gejala tersebut muncul, sebaiknya segera berkonsultasi dengan tenaga kesehatan untuk mengetahui penyebabnya.
Pemeriksaan oleh dokter dapat membantu mengetahui kondisi pembuluh darah dan tingkat aliran darah ke tungkai. Penanganan dapat mencakup perubahan gaya hidup, aktivitas fisik yang teratur sesuai anjuran, pengendalian tekanan darah, gula darah dan kolesterol, serta pengobatan tertentu bila diperlukan.
Jadi, jika betis sering terasa sakit saat berjalan tetapi membaik setelah berhenti, jangan langsung menganggapnya sebagai pegal biasa. Mengenali gejala lebih awal dan memeriksakannya dapat membantu mencegah masalah pembuluh darah berkembang menjadi kondisi yang lebih serius.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....