Bahaya Kabut Asap dan Efek Samping bagi Kesehatan
- 11 Sep 2026 05:50 WIB
- Ranai
RRI.CO.ID, Natuna - Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tidak hanya mengurangi jarak pandang, tetapi juga dapat membahayakan kesehatan. Partikel halus dan berbagai zat pencemar yang terkandung di dalam asap, dapat terhirup dan masuk ke dalam saluran pernapasan.
Pajanan tersebut dapat menimbulkan berbagai keluhan. Mulai dari iritasi dan batuk hingga memperburuk penyakit pernapasan yang sudah dimiliki. Oleh karena itu, penting untuk mengenali dampaknya serta melakukan langkah perlindungan yang tepat.
Kabut asap merupakan campuran berbagai gas dan partikel berukuran sangat kecil. Salah satu komponen yang perlu diwaspadai adalah particulate matter 2.5 atau PM2.5, yaitu partikel dengan diameter kurang dari atau sama dengan 2,5 mikrometer.
Ukurannya yang sangat kecil memungkinkan PM2.5 dapat terhirup dan masuk jauh ke dalam paru. Semakin tinggi konsentrasi PM2.5 dan semakin lama seseorang terpajan, semakin besar pula risiko gangguan kesehatan yang dapat ditimbulkan.Melansir dari laman Alodokter.com berikut efek dari kabut asap bagi kesehatan :
Efek Kabut Asap bagi Kesehatan
Jika Anda tinggal di daerah yang sering terpapar kabut asap, sebaiknya tetap waspada terhadap bahaya kabut asap yang dapat terjadi. Berikut ini adalah beberapa efek kabut asap bagi kesehatan:
| Baca juga: Penyebab Selalu Merasa Haus |
1. Meningkatkan risiko terjadinya gangguan paru-paru
Sebuah penelitian menunjukkan bahwa efek kabut asap dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko gangguan paru-paru, seperti infeksi saluran pernapasan dan efisema.
Selain itu, efek kabut asap juga dapat memperburuk kondisi penderita asma dan penyakit paru obstruktif kronis (PPOK). Hal ini karena zat yang terkandung dalam kabut asap bersifat iritatif dan bisa membuat paru-paru meradang.
2. Menyebabkan batuk dan iritasi tenggorokan
Dalam jangka pendek, efek kabut asap dapat membuat seseorang mengalami batuk dan iritasi tenggorokan. Umumnya, keluhan ini berlangsung selama beberapa jam, tetapi bisa semakin parah jika paparan kabut asap terjadi terus-menerus dalam jangka panjang.
| Baca juga: 11 Manfaat Teh Hijau untuk Kesehatan Tubuh |
3. Meningkatkan risiko terjadinya penyakit jantung
Berbagai partikel yang ada dalam kabut asap dapat memengaruhi fungsi jantung. Dalam jangka pendek, kabut asap dapat menyebabkan hipertensi dan stroke, sedangkan dalam jangka panjang, dapat meningkatkan risiko penyakit jantung kroner dan penumpukan plak pada pembuluh darah atau (arteriosklerosis).
Hal ini diduga berkaitan dengan proses peradangan yang muncul karena paparan partikel berbahaya di dalam kabut asap.
4. Menyebabkan iritasi mata
Efek kabut asap juga dapat menyebabkan iritasi mata. Hal ini karena adanya debu dan zat iritatif yang terkandung di dalam kabut asap. Oleh karena itu, sediakan obat tetes mata dan jangan lupa gunakan kacamata saat beraktivitas di luar rumah, terutama saat berada di lingkungan dengan banyak kabut asap.
5. Meningkatkan risiko terkena kanker paru-paru
Kabut asap juga dapat meningkatkan risiko terjadinya kangker paru paru, meski Anda bukan perokok aktif. Hal ini karena kabut asap mengandung banyak partikel yang bersifat karsinogen atau bisa menyebabkan kanker.
6. Menimbulkan iritasi dan peradangan kulit
Tak hanya gangguan pada organ dalam, efek kabut asap juga dapat menimbulkan iritasi dan peradangan pada jaringan kulit. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa kabut asap dapat meningkatkan risiko terjadinya penuaan dini, jerawat, kangker kulit, serta memperburuk gejala eksim.
Perlu dicatat bahwa efek buruk kabut asap dapat berbeda-beda pada setiap individu. Bayi, anak-anak, dan lansia adalah kelompok paling rentan terhadap efek kabut asap.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....