Ngorok Seperti Apa yang Bisa Mematikan?

  • 20 Agt 2026 16:42 WIB
  •  Ranai

RRI.CO.ID,Natuna - Melansir halodoc, ngorok atau mendengkur adalah kondisi yang sangat umum terjadi pada banyak orang, namun seringkali dianggap sepele. Padahal, suara bising yang keluar saat tidur ini merupakan tanda adanya penyempitan atau sumbatan pada saluran pernapasan bagian atas.

Lalu ngorok seperti apa yang perlu diwaspadai? Berikut penjelasan dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah dari klinik Kiera dr Erta, Sp. JP akun Yutube @DrErtaSpJP.

Ngorok atau mendengkur adalah kondisi yang sangat umum terjadi pada banyak orang, namun seringkali dianggap sepele. Padahal, suara bising yang keluar saat tidur ini merupakan tanda adanya penyempitan atau sumbatan pada saluran pernapasan bagian atas.

Kalau misalnya pasangan Anda ngorok keras lalu tiba-tiba diam selama beberapa detik, jangan langsung senang karena kamar itu jadi tenang, justru saat itulah nafasnya berhenti. Yang perlu dicurigai itu bukan sekedar mengorok melainkan bahaya dari ngorok keras berulang dan nafasnya terlihat berhenti, lalu orang itu tersedak, megap-megap atau seperti mengambil nafas besar.

Besok paginya bisa bangun dengan mulut kering, sakit kepala, badan yang tidak segar, lalu siang hari mengantuk berat, nah ini khas pada obstruktif sleep apnea atau osa. Saat tidur, saluran nafas bagian atas itu berulang kali menyempit atau menutup, oksigen turun, otak panik, sistem saraf stres aktif supaya kita nafas lagi, tekanan darah dan denyut jantung ikutan melonjak.

Bayangkan proses ini terjadi berkali-kali sepanjang malam, tubuhnya terlihat tidur, tapi jantung sebenarnya seperti sedang menjalani shift malam. Dalam jangka panjang, obstruktif sleep apnea ini berkaitan kuat dengan munculnya hipertensi, gangguan irama seperti fibrilasi atrium, penyakit jantung koroner, gagal jantung, dan meningkatnya kejadian stroke.

Kecurigaannya makin tinggi pada orang dengan obesitas, tekanan darah yang sudah terkontrol atau kantuk berat di siang hari. Kopi itu bukan pengobatan sleep apnea, dan juga bukan minuman energi, melainkan hanya membuat orang yang tidurnya bermasalah terlihat sedikit lebih melek.

Kalau ada tanda tadi, maka lakukan evaluasi, dan dokter akan menilai faktor risiko dan bila perlu melakukan yang namanya sleep study.

Penanganannya itu tergantung penyebab dan derajatnya, selain itu jika memiliki berat badan berlebihan maka penurunan berat badan adalah suatu kewajiban, dan juga menghindari alkohol atau merokok menjelang tidur. Ngorok yang berbahaya itu bukan soal seberapa keras suaranya, yang harus ditakutkan adalah keheningan ketika nafas itu berhenti dan jantung dipaksa bekerja lebih keras untuk menyelamatkan tubuhnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....