8 Kebodohan Perokok yang Bikin Menyesal Seumur Hidup
- 15 Agt 2026 20:12 WIB
- Ranai
RRI.CO.ID,Natuna - Merokok adalah suatu kebiasaan yang memicu berbagai efek negatif untuk kesehatan tubuh. Satu hisap rokok bisa menghasilkan ribuan zat berbahaya yang perlahan menggerogoti tubuh tanpa ampun.
Delapan kebodohan yang sering dilakukan oleh para perokok menurut dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah dari klinik Kiera dr Erta, Sp. JP akun Yutube @DrErtaSpJP :
Merokok sambil minum kopi, apalagi saat begadang. Nah, ini kombinasi maut yang sering dianggap keren. Bayangkan jantung yang seharusnya istirahat di malam hari malah dipaksa kerja keras. Nikotin dari rokok dan kafein dari kopi sama-sama meningkatkan detak jantung dan tekanan darah.
Jadi, saat tubuh kita seharusnya tenang, dia malah seperti dikejar-kejar utang. Detak jantung jadi cepat, tensi melonjak, pembuluh darah menegang, dan besoknya bukannya istirahat malah langsung kerja lagi.
Menggabungkan rokok dengan olahraga berat. Tidak sedikit pasien usia 30 tahunan yang kena serangan jantung setelah main futsal, kelihatannya sehat tapi ternyata dia merokok sebelum bertanding. Padahal saat melakukan olahraga yang intens tubuh akan mengeluarkan adrenalin, lalu detak jantung dan tekanan darah akan naik secara alami. Kalau ditambah nikotin akan terjadi ledakan dalam sistem peredaran darah yang tinggal menunggu waktu, pembuluh darah bisa robek, plak bisa lepas dan serangan jantung pun tidak terhindarkan.
Makan makanan tinggi lemak sambil merokok. Apakah Anda pernah melihat orang habis makan steak, kentang goreng, atau bahkan nasi padang terus nyender santai sambil merokok dan sambil minum kopi. Nah, ini kombinasi yang jahat, makanan tinggi lemak meningkatkan kolesterol, rokok merusak dinding pembuluh darah. Jadi, lemaknya lebih gampang menempel dan menyusup masuk, ditambah lagi kalau makanannya gurih, asin yang bisa membuat kadar natrium naik, tensinya naik, kombinasi maut yang bikin pembuluh darahnya makin sempit dan gampang pecah.
Merokok sambil minum alkohol. Nah, ini merupakan hal yang klasik apalagi di bar atau tempat hiburan malam. Alkohol sendiri diketahui bisa menyebabkan pelebaran pembuluh darah sementara lalu menyempit drastis. Nah, kalau ditambah rokok yang penuh radikal bebas maka efeknya makin buruk, organ vital seperti jantung dan hati kerja keras, sementara tubuh kita tidak aktif bergerak. Bahaya intoksikasi meningkat drastis, banyak pasien yang datang dalam kondisi tidak sadar karena kombinasi ini.
Merokok sambil pakai narkoba. Nah, ini terdengar ekstrem tapi ini nyata, banyak pasien muda usia belasan tahun datang ke IGD subuh-subuh. Intoksikasi berat karena kombinasi nikotin dan zat psikoaktif. Gabungan ini bisa membuat jantung berdebar hebat, aritmia, bahkan sampai henti jantung mendadak. Tubuh bukan mesin yang bisa disetel sesuka hati, kadang hanya karena satu malam nyoba-nyoba seseorang kehilangan kesempatan seumur hidup untuk hidup sehat.
Merokok meskipun sudah punya diabetes, nah ini seperti menuangkan bensin ke api yang sudah menyala. Diabetes sendiri saja sudah merusak pemuluh darah, membuatnya rapuh, mudah tersumbat oleh lemak. Nah, rokok itu mempercepat proses itu berkali-kali lipat. Banyak pasien dengan luka di kaki yang tidak sembuh-sembuh sampai akhirnya harus diamputasi. Dan saat ditanya ternyata masih merokok? Jawabannya sedikit saja, Sedikit tapi dampaknya segunung.
Tetap merokok walaupun sudah kena serangan jantung. Sudah merasakan sendiri nyeri dada, merasakan sendiri sesak nafas, sudah pasang ring tapi tetap merokok. Alasannya sudah terlanjur, susah menghilangkan kebiasaan, dan ketergantungan. Justru karena sudah pernah harusnya kapok, tapi sayangnya kecanduan itu sering menang, akhirnya serangan jantung kedua pun datang dan kali ini tidak semua bisa diselamatkan. Padahal sudah diberi kesempatan kedua tapi disia-siakan.
Memulai merokok. Ini yang paling mendasar, semua cerita horor tadi tidak akan terjadi kalau saja tidak pernah menyentuh rokok. Tapi karena alasan coba-coba, solidaritas, atau pengaruh lingkungan, akhirnya seseorang jatuh ke lubang adiksi.
Padahal berhenti merokok itu lebih mudah sebelum dimulai. Kalau Anda belum pernah merokok, maka jangan pernah coba. Dan kalau Anda sudah merokok, berhentilah sebelum tubuhmu itu memaksa berhenti dalam bentuk sakit yang parah.
Kamu mungkin belum merasa sekarang karena efek rokok tidak langsung terasa. tapi saat tubuh mulai menagih harga dari kebiasaanmu, semua baru terasa.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....