Demam Tinggi Disertai Sakit Telinga Waspadai Infeksi Telinga pada Anak

  • 11 Agt 2026 13:30 WIB
  •  Ranai

RRI.CO.ID,Natuna - Demam tinggi yang disertai keluhan sakit telinga pada anak perlu mendapat perhatian orang tua. Kondisi tersebut dapat berkaitan dengan berbagai penyebab, salah satunya infeksi telinga tengah atau otitis media.

Menurut Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan Kementerian Kesehatan RI, otitis media merupakan peradangan pada bagian belakang gendang telinga yang dapat disebabkan oleh virus maupun bakteri. Kondisi ini cukup sering terjadi pada anak, terutama setelah mengalami batuk, pilek atau infeksi saluran pernapasan

Gejala infeksi telinga pada anak dapat muncul secara cepat. Selain sakit telinga dan demam, anak bisa menjadi lebih rewel, sering menarik atau memegang telinganya, sulit tidur, berkurang nafsu makan, mengalami gangguan pendengaran, hingga keluar cairan dari telinga

Infeksi pada saluran pernapasan seperti batuk dan pilek dapat menyebabkan saluran eustachius yang menghubungkan telinga tengah dengan bagian belakang hidung dan tenggorokan mengalami pembengkakan atau tersumbat. Kondisi tersebut dapat menyebabkan cairan menumpuk di telinga tengah dan kemudian terinfeksi

Karena itu, orang tua sebaiknya tidak menganggap sakit telinga pada anak sebagai keluhan biasa, terutama apabila disertai demam tinggi atau kondisi anak semakin memburuk.

Kementerian Kesehatan menyarankan pemeriksaan medis apabila anak mengalami sakit telinga, terlebih jika demam berlangsung lebih dari dua hari, sakit telinga terasa berat, atau terdapat cairan maupun darah yang keluar dari telinga.

Selain itu, pembengkakan atau kemerahan di belakang telinga yang disertai demam dan nyeri perlu mendapat perhatian segera karena dapat menjadi tanda mastoiditis, yaitu infeksi pada tulang di belakang telinga yang membutuhkan penanganan medis.

Untuk memastikan penyebab sakit telinga, dokter dapat melakukan pemeriksaan menggunakan otoskop, yaitu alat yang digunakan untuk melihat kondisi saluran telinga dan gendang telinga. Pada kondisi tertentu, dokter juga dapat melakukan pemeriksaan tambahan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....