Pekan Menyusui Sedunia 2026, UNICEF dan WHO Dorong Penguatan Dukungan Menyusui
- 04 Agt 2026 20:41 WIB
- Ranai
RRI.CO.ID, Ranai - Memperingati Pekan Menyusui Sedunia yang berlangsung pada 1 hingga 7 Agustus 2026, UNICEF dan World Health Organization (WHO) di Indonesia mengajak seluruh pemangku kepentingan memperkuat berbagai intervensi yang telah terbukti efektif dalam melindungi, mempromosikan, dan mendukung praktik menyusui.
Peringatan tahun ini mengusung tema “Menyusui untuk Awal Kehidupan yang Berkelanjutan – Perkuat Praktik yang Telah Terbukti Efektif”. Momentum tersebut menjadi pengingat bahwa investasi berkelanjutan dalam menyusui bukan hanya untuk meningkatkan kesehatan ibu dan anak, tetapi juga mendukung pembangunan sumber daya manusia Indonesia sebagai fondasi menuju Indonesia Emas 2045.
Melansir dari unicef.org, Indonesia telah menunjukkan kemajuan dalam meningkatkan cakupan pemberian ASI eksklusif pada bayi usia 0 hingga 5 bulan. Berdasarkan data yang disampaikan UNICEF dan WHO, cakupan ASI eksklusif meningkat dari 52 persen pada 2017 menjadi 66,4 persen pada 2024, atau telah melampaui target global Majelis Kesehatan Dunia sebesar minimal 60 persen pada 2030.
Kemajuan tersebut didukung oleh penguatan kebijakan, investasi berkelanjutan dalam peningkatan kapasitas tenaga kesehatan dan kader masyarakat, serta integrasi dukungan menyusui ke dalam layanan rutin kesehatan ibu dan anak serta gizi. Meski demikian, upaya berkelanjutan masih diperlukan untuk mempertahankan capaian, menutup kesenjangan, dan memastikan setiap ibu menyusui memperoleh akses terhadap layanan serta dukungan berkualitas, di mana pun mereka berada.
Menyusui merupakan salah satu intervensi kesehatan yang sangat efektif untuk menyelamatkan kehidupan anak. Menyusui merupakan salah satu bentuk kasih sayang dan perlindungan paling berharga yang dapat diberikan seorang ibu kepada anaknya. Namun, tidak seharusnya ada ibu yang harus menjalani proses tersebut seorang diri.
Dampak praktik menyusui yang tidak optimal juga dapat berlanjut hingga masa depan anak. Di Indonesia, kondisi tersebut diperkirakan menyebabkan hilangnya hampir 5,8 juta poin IQ pada anak setiap tahun, yang berpotensi berdampak terhadap capaian pendidikan, produktivitas, dan pendapatan di kemudian hari. Selain memberikan manfaat bagi bayi, menyusui juga memberikan manfaat bagi ibu dan perekonomian secara luas.
Praktik menyusui dapat memperkuat ikatan ibu dan bayi serta menurunkan risiko ibu mengalami kanker payudara, kanker ovarium, dan diabetes melitus tipe 2. Sementara itu, praktik menyusui yang optimal di Indonesia diperkirakan mampu mencegah lebih dari 8.000 kematian anak dan 4.200 kematian ibu setiap tahun.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....