Penyebab Baby Blues pada ibu setelah Melahirkan

  • 02 Agt 2026 21:00 WIB
  •  Ranai

RRI.CO.ID,NATUNA-Baby blues merupakan kondisi emosional yang umum dialami oleh ibu setelah melahirkan. Kondisi ini biasanya muncul pada beberapa hari pertama setelah persalinan dan ditandai dengan perubahan suasana hati, mudah menangis, merasa cemas, hingga lebih sensitif dari biasanya.

Meski tergolong normal, baby blues tetap perlu dipahami agar ibu dan keluarga dapat memberikan dukungan yang tepat. Pada umumnya, kondisi ini berlangsung dalam waktu singkat dan akan membaik seiring tubuh serta pikiran beradaptasi dengan perubahan setelah melahirkan.

Salah satu penyebab utama baby blues adalah perubahan hormon yang terjadi secara drastis setelah persalinan. Penurunan kadar hormon estrogen dan progesteron dapat memengaruhi keseimbangan zat kimia di otak yang berperan dalam mengatur suasana hati.

Selain faktor hormonal, kelelahan fisik juga menjadi penyebab yang sering memicu baby blues. Proses persalinan membutuhkan energi yang besar, sementara setelah bayi lahir ibu harus segera beradaptasi dengan aktivitas baru, termasuk menyusui dan merawat bayi sepanjang hari.

Kurangnya dukungan dari pasangan, keluarga, maupun lingkungan sekitar juga dapat meningkatkan risiko terjadinya baby blues. Kehadiran orang-orang terdekat sangat penting untuk membantu ibu menjalani masa pemulihan dan berbagi tanggung jawab dalam merawat bayi.

Untuk membantu mengurangi gejala baby blues, ibu disarankan mencukupi waktu istirahat, mengonsumsi makanan bergizi, tetap aktif bergerak sesuai anjuran tenaga kesehatan, serta tidak ragu meminta bantuan pasangan atau keluarga dalam merawat bayi.

Meski demikian, tidak semua ibu dengan faktor risiko tersebut akan mengalami baby blues. Setiap orang memiliki kondisi fisik dan mental yang berbeda sehingga respons terhadap masa nifas pun tidak sama.

Apabila gejala berlangsung lebih dari dua minggu, semakin berat, atau disertai perasaan putus asa maupun keinginan menyakiti diri sendiri atau bayi, ibu sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter atau psikolog. Penanganan yang cepat dapat membantu mencegah berkembangnya kondisi menjadi depresi pascapersalinan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....