Waspadai Musim Penghujan, Masyarakat Diimbau Tingkatkan Upaya Pencegahan DBD

  • 27 Jul 2026 20:45 WIB
  •  Ranai

RRI.CO.ID,Natuna - Musim penghujan sering kali menjadi periode meningkatnya risiko penyebaran Demam Berdarah Dengue (DBD). Genangan air yang muncul di berbagai tempat dapat menjadi lokasi berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti, yaitu nyamuk pembawa virus dengue.

Berdasarkan informasi kesehatan dari Alodokter, pencegahan DBD perlu dilakukan secara konsisten oleh masyarakat, terutama dengan menjaga kebersihan lingkungan dan menghilangkan tempat-tempat yang berpotensi menjadi sarang nyamuk.

Langkah yang paling dianjurkan adalah menerapkan gerakan 3M Plus, yaitu menguras tempat penampungan air secara rutin, menutup rapat wadah penyimpanan air, serta mendaur ulang atau membuang barang bekas yang dapat menampung air hujan. Upaya tersebut dapat dilengkapi dengan tindakan pencegahan lain, seperti menaburkan larvasida pada penampungan air yang sulit dikuras serta membersihkan saluran air agar tidak terjadi genangan.

Selain menjaga lingkungan, masyarakat juga disarankan melindungi diri dari gigitan nyamuk dengan mengenakan pakaian berlengan panjang, menggunakan losion antinyamuk sesuai petunjuk pemakaian, serta memasang kasa atau kelambu di rumah apabila diperlukan.

Orang tua juga diminta lebih waspada terhadap kondisi anak selama musim penghujan. Gejala awal DBD umumnya ditandai dengan demam tinggi yang muncul secara tiba-tiba, disertai sakit kepala, nyeri otot dan sendi, mual, serta munculnya bintik-bintik merah pada kulit. Jika gejala tersebut muncul, penderita sebaiknya segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Tenaga kesehatan mengingatkan bahwa DBD dapat berkembang menjadi kondisi yang lebih serius apabila tidak segera ditangani. Oleh karena itu, masyarakat diimbau tidak mengabaikan gejala yang muncul, terutama jika demam berlangsung selama beberapa hari atau disertai tanda bahaya seperti muntah terus-menerus, perdarahan, tubuh lemas, atau penurunan kesadaran.

Dengan menerapkan pola hidup bersih dan melakukan pemberantasan sarang nyamuk secara rutin, risiko penyebaran DBD selama musim penghujan dapat ditekan. Upaya pencegahan yang dilakukan bersama-sama menjadi kunci untuk melindungi keluarga dan lingkungan dari penyakit yang masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....