Cara Mengatasi Anak Saat Demam Panas Tinggi
- 27 Jul 2026 21:34 WIB
- Ranai
RRI.CO.ID,Natuna - Demam tinggi pada anak sering kali membuat orang tua merasa cemas. Namun, para ahli kesehatan mengingatkan bahwa demam bukanlah penyakit, melainkan respons alami tubuh dalam melawan infeksi. Penanganan yang tepat di rumah dapat membantu menjaga kondisi anak tetap nyaman sekaligus mencegah komplikasi.
Berdasarkan informasi kesehatan dari Alodokter, langkah pertama yang perlu dilakukan adalah mengukur suhu tubuh anak menggunakan termometer. Anak dikatakan mengalami demam apabila suhu tubuh mencapai 38 derajat Celsius atau lebih.
Selama demam, orang tua dianjurkan untuk memastikan anak memperoleh asupan cairan yang cukup agar tidak mengalami dehidrasi. Air putih, ASI bagi bayi, sup hangat, maupun buah-buahan yang mengandung banyak air dapat menjadi pilihan.
Selain itu, anak juga perlu mendapatkan waktu istirahat yang cukup. Orang tua tidak disarankan menyelimuti anak dengan pakaian atau selimut yang terlalu tebal karena dapat menghambat pelepasan panas tubuh. Jika ingin memandikan anak, gunakan air hangat suam-suam kuku, bukan air dingin.
Apabila anak tampak rewel atau merasa sangat tidak nyaman, obat penurun demam seperti paracetamol atau ibuprofen dapat diberikan sesuai usia dan berat badan. Namun, penggunaan obat harus mengikuti aturan dosis yang tepat. Aspirin tidak dianjurkan untuk anak tanpa rekomendasi dokter karena berisiko menimbulkan efek samping serius.
Meski sebagian besar kasus demam dapat membaik dalam beberapa hari, orang tua harus segera membawa anak ke fasilitas kesehatan apabila demam disertai kejang, sesak napas, penurunan kesadaran, muntah terus-menerus, tidak mau minum, muncul ruam luas, atau suhu tubuh sangat tinggi. Demam yang berlangsung lebih dari tiga hari juga memerlukan pemeriksaan medis lebih lanjut.
Tenaga kesehatan menegaskan bahwa sikap tenang dan pemantauan kondisi anak secara berkala merupakan kunci dalam menghadapi demam. Penanganan yang tepat sejak dini dapat membantu mempercepat pemulihan sekaligus mengurangi risiko terjadinya komplikasi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....