Bahaya Melihat Monitor Terlalu Lama bagi Kesehatan
- 15 Jul 2026 19:46 WIB
- Ranai
Poin Utama
- Menatap layar dalam waktu lama dapat memicu digital eye strain atau kelelahan mata digital, meski tidak menyebabkan kerusakan mata permanen menurut American Academy of Ophthalmology.
- Berkurangnya frekuensi berkedip saat menatap layar hingga setengah dari kondisi normal menyebabkan air mata lebih cepat menguap dan mata menjadi kering, panas, gatal, atau seperti berpasir.
- Paparan cahaya biru dari layar pada malam hari dapat menekan produksi hormon melatonin dan menyebabkan gangguan tidur menurut Harvard Medical School.
- Penerapan aturan 20-20-20 (setiap 20 menit melihat layar, alihkan pandangan ke objek 20 kaki selama 20 detik) direkomendasikan oleh American Academy of Ophthalmology untuk mengurangi kelelahan mata.
- Posisi duduk yang tidak ergonomis saat bekerja di depan komputer dapat meningkatkan risiko gangguan muskuloskeletal seperti nyeri leher dan punggung menurut Mayo Clinic.
RRI.CO.ID, Natuna- Di era digital, penggunaan komputer, laptop, dan ponsel telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Mulai dari bekerja, belajar, hingga mencari hiburan, hampir semua aktivitas melibatkan layar monitor. Namun, penggunaan monitor dalam waktu yang terlalu lama dapat memberikan dampak negatif bagi kesehatan jika tidak diimbangi dengan kebiasaan yang baik. Menurut American Academy of Ophthalmology, menatap layar dalam waktu lama tidak menyebabkan kerusakan mata permanen, tetapi dapat memicu berbagai keluhan yang dikenal sebagai digital eye strain atau kelelahan mata digital.
Salah satu dampak yang paling sering dirasakan adalah mata lelah, kering, dan terasa perih. Hal ini terjadi karena saat menatap layar, frekuensi berkedip seseorang dapat berkurang hingga sekitar setengah dari kondisi normal. Menurut American Optometric Association, berkurangnya frekuensi berkedip menyebabkan air mata lebih cepat menguap sehingga mata menjadi kering, terasa panas, gatal, atau seperti berpasir.
Selain gangguan pada mata, penggunaan monitor dalam waktu lama juga dapat menyebabkan sakit kepala dan penglihatan menjadi kabur. Cahaya dari layar, kontras yang tinggi, serta fokus mata yang terus-menerus pada jarak dekat membuat otot mata bekerja lebih keras. Menurut American Optometric Association, kondisi tersebut merupakan bagian dari Computer Vision Syndrome, yaitu sekumpulan gejala yang muncul akibat penggunaan perangkat digital secara berkepanjangan.
Bahaya lainnya adalah munculnya nyeri pada leher, bahu, dan punggung. Ketika seseorang duduk dalam posisi yang kurang ergonomis sambil menatap monitor selama berjam-jam, otot tubuh akan mengalami ketegangan. Menurut Mayo Clinic, posisi duduk yang tidak tepat saat bekerja di depan komputer dapat meningkatkan risiko gangguan muskuloskeletal seperti nyeri leher dan nyeri punggung.
Paparan layar pada malam hari juga dapat mengganggu kualitas tidur. Cahaya biru (blue light) dari layar dapat menekan produksi hormon melatonin yang berfungsi mengatur siklus tidur. Menurut Harvard Medical School, paparan cahaya biru pada malam hari dapat membuat seseorang lebih sulit tidur dan menurunkan kualitas istirahat.
Untuk mengurangi dampak negatif tersebut, para ahli menyarankan menerapkan aturan 20-20-20, yaitu setiap 20 menit melihat layar, alihkan pandangan ke objek yang berjarak sekitar 20 kaki (sekitar 6 meter) selama minimal 20 detik. Rekomendasi ini disampaikan oleh American Academy of Ophthalmology sebagai salah satu cara sederhana untuk mengurangi kelelahan mata. Selain itu, penting untuk menjaga jarak monitor sekitar 50–70 cm dari mata, mengatur pencahayaan ruangan agar tidak terlalu silau, serta sering berkedip atau menggunakan tetes mata bila diperlukan sesuai anjuran tenaga kesehatan.
Kesimpulannya, penggunaan monitor dalam waktu lama memang tidak selalu menyebabkan kerusakan mata permanen, tetapi dapat menimbulkan berbagai gangguan seperti mata lelah, mata kering, sakit kepala, nyeri leher, hingga gangguan tidur. Dengan menerapkan kebiasaan yang sehat, mengatur waktu istirahat, dan memperhatikan posisi kerja yang ergonomis, risiko tersebut dapat diminimalkan sehingga kesehatan mata dan tubuh tetap terjaga.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....