Mengenal Semaglutide Obat Kurus yang lagi Viral

  • 28 Jun 2026 19:00 WIB
  •  Ranai

RRI.CO.ID,Natuna – Belakangan ini obat penurun berat badan seperti Semaglutide ramai sekali dibicarakan. Ada yang menyebutnya obat kurus, ada yang menyebutnya suntikan viral, ada juga yang penasaran karena katanya obat tersebut bisa membantu menurunkan berat badan secara signifikan.

Di Indonesia, orang juga mulai mendengar nama seperti Ozempic atau OZMP untuk diabetes dan Wigovy atau Wgovi untuk manajemen berat badan. Tapi apakah obat tersebut hanya bisa membuat badan kurus atau ada manfaat kesehatan lain yang lebih serius? Berikut penjelasan dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah dari klinik Kiera dr Erta, Sp. JP akun Yutube @DrErtaSpJP :

Saat mengonsumsi obat sebaiknya tidak hanya fokus pada penurunan berat badan saja, namun perlu juga melihat dari sisi yang lebih besar, apakah obat tersebut bisa membantu menurunkan risiko penyakit jantung pada pasien yang tepat? Karena obesitas bukan sekedar angka di timbangan. Obesitas adalah salah satu pintu masuk menuju hipertensi. diabetes, kolesterol tinggi, sleap apnea, fatiliver, serangan jantung, dan stroke.

Semaglutide merupakan obat yang masuk dalam kelompok obat GLP1 reseptor agonis, obat ini meniru kerja hormon GLP1 di tubuh, dan efeknya bisa membantu rasa kenyang lebih lama, memperlambat pengosongan lambung, membantu kontrol gula darah, dan menurunkan nafsu makan. Jadi bukan obat yang membakar lemak secara ajaib. Yang membuat dunia medis semakin tertarik adalah data penelitian jantungnya dalam select trial yang dipublikasikan di New England Journal of Medicine tahun 2023, semaglutin 2,4 mg seminggu sekali itu diteliti pada lebih dari 17.000 pasien overweight atau obesitas.

Hasilnya kejadian kardiovaskular mayor seperti kematian akibat jantung, serangan jantung nonfatal atau stroke nonfatal turun sekitar 20% dibandingkan placebo. Ini menarik sekali karena selama ini banyak orang melihat obat menurun berat badan sebagai urusan penampilan. Padahal pada pasien tertentu, terutama yang sudah punya penyakit jantung dan berat badan berlebih, terapi obesitas bisa menjadi bagian dari pencegahan kejadian jantung berikutnya.

Jadi bukan hanya pertanyaan bisa turun berapa kilo, melainkan juga resiko jantung bisa ikut terkendali atau tidak. Bayangkan pembuluh darah itu seperti jalan tol. Kalau seseorang itu mengalami obesitas, tekanan darah tinggi, gula darah tinggi, kolesterol tinggi, kurang tidur, dan kurang gerak, jalan tol ini bisa setiap hari dilewati oleh truk berat tanpa henti, Lama-lama aspalnya rusak, macet, bahkan bisa terjadi kecelakaan besar.

Menurunkan berat badan pada pasien obesitas bukan sekedar mengecilkan ukuran baju, melainkan mengurangi beban sistem tubuh kita, tapi penting diingat bahwa Semaglutide ini bukan untuk semua orang. Obat ini perlu indikasi yang jelas, pemeriksaan dokter, evaluasi riwayat penyakit, evaluasi obat yang sedang diminum, dan pemantauan efek samping.

Efek samping yang cukup sering adalah mual, muntah, begah, diare, atau konstipasi. Ada kondisi tertentu yang perlu diperhatikan khusus seperti riwayat pankreatitis, gangguan kandung empedu, atau kondisi medis lain yang harus dinilai dokter. Di Indonesia, Wigovy atau Wgovi ini berisi semaglutin dan dalam dokumen BPOM ini digunakan sebagai tambahan diet rendah kalori dan peningkatan aktivitas fisik untuk manajemen berat badan pada dewasa dengan obesitas atau overweight dengan komorbid.

Jadi, tetap ada kata kuncinya tambahan diet dan aktivitas fisik, artinya bukan disuntik lalu bebas makan seperti sedang liburan kuliner nasional. Sebagai dokter jantung saya ingin menekankan obat ini bukan pengganti obat jantung standar. Kalau pasien punya riwayat serangan jantung, pemasangan ring, stroke, hipertensi, atau kolesterol tinggi, obat-obatan utama tetap harus dibahas dengan dokternya. Semaglutide bisa menjadi tambahan strategi pada pasien yang tepat, bukan alasan untuk berhenti minum obat yang lain.

Jangan sampai karena berat badannya turun, lalu obat kolesterolnya ditinggalkan, karena akan mengganggu kerja pembuluh darah. Di Indonesia obat ini masih tergolong mahal bagi banyak pasien, jadi keputusan untuk memakai obat ini harus mempertimbangkan manfaatnya, risikonya, kemampuan biaya, target terapi, dan rencana jangka panjang. Terapi yang bagus bukan hanya terbukti di jurnal, tapi juga yang bisa dijalankan pasien dengan aman, konsisten, dan masuk akal.

Jadi, Semaglutide itu bukan sekedar obat kurus yang viral, pada pasien tertentu terutama obesitas atau overweight dengan risiko jantung yang tinggi, datanya mulai menunjukkan manfaat yang serius. Tapi jangan ikut-ikutan hanya karena tren, konsultasikan dulu dengan dokter yang menangani Anda, jika penasaran mengenai obat tersebut.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....