Mengenal Kaitan Gigi Berlubang dengan Stroke

  • 22 Jun 2026 20:48 WIB
  •  Ranai

RRI.CO.ID,Natuna - Melansir ALODOKTER, Stroke adalah kondisi ketika pasokan darah ke otak terganggu karena penyumbatan (stroke iskemik) atau pecahnya pembuluh darah (stroke hemoragik). Kondisi ini menyebabkan area tertentu pada otak tidak mendapat suplai oksigen dan nutrisi sehingga terjadi kematian sel-sel otak.

Sementara Gigi berlubang adalah gigi yang rusak akibat terkikisnya lapisan terluar gigi (enamel). Kondisi ini umumnya disebabkan oleh penumpukan bakteri di mulut akibat sering mengonsumsi makanan manis dan kurang menjaga kebersihan gigi dan mulut. Lalu apa kaitannya antara gigi berlubang dengan stroke? Jalurnya lewat mana? Berikut penjelasan dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah dari klinik Kiera dr Erta, Sp. JP akun Yutube @DrErtaSpJP :

Meskipun gigi dan otak letaknya terpisah, namun tubuh manusia tidak bekerja terpisah-pisah. Mulut, pembuluh darah, jantung, dan otak saling terhubung lewat darah, sistem imun, dan peradangan. Gigi bolong tidak langsung menembak otak lalu menyebabkan stroke.

Stroke paling sering terjadi karena pembuluh darah otak tersumbat atau pecah. Faktor utamanya tetap hipertensi, diabetes, kolesterol tinggi, merokok, fibrilasi atrium, usia, dan riwayat keluarga. Tapi penyakit gigi dan gusi kronis terutama periodontitis berat dapat berhubungan dengan kesehatan pembuluh darah. Periodontitis adalah radang kronis pada jaringan penjaga gigi.

Gejalanya bisa berupa gusi mudah berdarah, bau mulut yang menetap, karang gigi yang tebal, gusi yang turun atau resesi, gigi yang goyang, atau rasa tidak nyaman saat pengunyah. Selain itu, karies dentis profunda yang dibiarkan juga bisa berkembang menjadi abses periapikal, yaitu kantong nanah di sekitar akar gigi akibat infeksi bakteri. Jalur mekanismenya berupa infeksi dan peradangan kronis di mulut yang membuat tubuh terus mengaktifkan sistem pertahanan.

Mediator inflamasi termasuk sitokin bisa meningkat, sementara peradangan kronis dapat mengganggu fungsi endotel, yaitu lapisan dalam pembuluh darah kita. Kalau endotel ini terganggu, maka pembuluh darah menjadi lebih mudah mengalami proses aftrosklerosis. Aterosklerosis ini bukan hanya bisa terjadi pada pembuluh darah di jantung. Proses serupa dapat juga terjadi pada pembuluh darah di otak atau pembuluh darah leher yang menuju otak. Jika aliran darah ke otak terganggu karena ada sumbatan, maka bisa terjadi stroke iskemik. Jadi jalurnya itu bukan gigi langsung ke otak, tapi lewat inflamasi, endotel, aferosklerosis, dan faktor resiko pembuluh darah.

Beberapa studi dan pernyataan ilmiah dari American Heart Association membahas hubungan penyakit periodontal dengan penyakit kardiovaskular afosklerotik, termasuk meningkatnya risiko kejadian pembuluh darah besar seperti stroke. Tapi ini bukan hubungan tunggal yang sederhana, bukan berarti semua orang dengan gigi bolong akan mengalami stroke.

Dalam kehidupan nyata banyak orang lebih takut cabut gigi daripada takut pembuluh darahnya rusak pelan-pelan. Gus berdarah dianggap biasa, bau mulut ditutupin permen, gigi bolong ditinggal karena tidak sakit. Padahal jika saraf gigi sudah mati, dan rasa sakit sudah hilang, tapi bakterinya belum tentu ikutan hilang. Yang perlu dilakukan Adalah dengan merawat gigi bolong sebelum jadi abses. Bersihkan karang gigi, periksa gusi berdarah, cek tekanan darah, gula darah, dan juga kolesterol. Kalau muncul tanda stroke seperti wajah mencong, kelemahan satu sisi tubuh, nyeri kepala hebat mendadak atau penurunan kesadaran, maka segera segera ke IGD.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....