Dampak Kebiasaan Menunda Pekerjaan terhadap Kinerja dan Kesehatan Mental

  • 18 Jun 2026 07:22 WIB
  •  Ranai

RRI.CO.ID, Natuna- Kebiasaan menunda pekerjaan atau prokrastinasi merupakan perilaku yang sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Banyak orang memilih menunda tugas meskipun mengetahui bahwa pekerjaan tersebut penting dan memiliki batas waktu tertentu.

Salah satu dampak utama dari kebiasaan menunda pekerjaan adalah menurunnya kualitas kinerja. Tugas yang dikerjakan secara terburu-buru cenderung menghasilkan hasil yang kurang maksimal dan lebih banyak kesalahan.

Menunda pekerjaan juga dapat mengganggu produktivitas seseorang. Waktu yang seharusnya digunakan untuk menyelesaikan tugas menjadi terbuang untuk aktivitas yang kurang bermanfaat.

Selain memengaruhi kinerja, dilansir dari Alodokter Menunda pekerjaan atau prokrastinasi juga berdampak pada kesehatan mental. Seseorang yang sering menunda pekerjaan biasanya akan merasa cemas ketika tenggat waktu semakin dekat.

“Perasaan bersalah sering muncul setelah seseorang menyadari bahwa pekerjaannya belum terselesaikan. Kondisi ini dapat menimbulkan tekanan emosional yang berkepanjangan apabila terjadi secara terus-menerus” ujar dr. Gracia Fensynthia.

Kebiasaan menunda pekerjaan juga dapat menurunkan rasa percaya diri. Seseorang mungkin merasa tidak mampu mengelola tanggung jawabnya dengan baik karena sering gagal memenuhi target yang telah ditetapkan.

Dalam lingkungan kerja maupun pendidikan, prokrastinasi dapat memengaruhi hubungan dengan orang lain. Keterlambatan dalam menyelesaikan tugas sering kali berdampak pada kerja sama tim dan kepercayaan dari rekan kerja atau teman.

Oleh karena itu, kebiasaan menunda pekerjaan perlu diatasi sejak dini. Pengelolaan waktu yang baik dan disiplin dalam menyelesaikan tugas dapat membantu meningkatkan kinerja sekaligus menjaga kesehatan mental.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....