Mengenal Intoleransi Laktosa, Penyebab Sakit Perut setelah Minum Susu
- 09 Jun 2026 06:04 WIB
- Ranai
RRI.CO.ID, Ranai - Sebagian orang mengeluhkan perut kembung, mual, atau bahkan diare setelah mengonsumsi susu. Keluhan tersebut sering dianggap sebagai gangguan pencernaan biasa, padahal bisa menjadi tanda seseorang mengalami intoleransi laktosa atau lactose intolerant.
Melansir dari @prodia_ohi, intoleransi laktosa merupakan kondisi ketika tubuh tidak mampu mencerna laktosa, yaitu gula alami yang terdapat dalam susu dan produk olahannya. Kondisi ini terjadi akibat kurangnya enzim laktase yang berfungsi memecah laktosa di dalam sistem pencernaan sehingga tubuh kesulitan menyerapnya secara optimal.
Secara global, sekitar 68 persen populasi dunia diperkirakan mengalami intoleransi laktosa. Angka kejadian tertinggi ditemukan di kawasan Asia dan Afrika, termasuk Indonesia, sehingga masyarakat perlu lebih memahami gejala dan cara penanganannya.
Beberapa gejala yang umum dialami penderita intoleransi laktosa antara lain mual, sering buang angin, sakit perut, kram, perut terasa penuh atau kembung, hingga diare. Tingkat keparahan gejala dapat berbeda pada setiap orang, tergantung jumlah laktosa yang dikonsumsi dan kadar enzim laktase yang dimiliki tubuh.
Meski demikian, penderita intoleransi laktosa tetap dapat memenuhi kebutuhan nutrisi dengan memilih alternatif yang tepat. Beberapa cara yang disarankan antara lain beralih ke susu nabati seperti susu kedelai, almond, atau oat, memilih produk rendah laktosa, mengonsumsi yogurt dan keju, serta memastikan asupan kalsium dan vitamin D tetap terpenuhi dari sumber makanan lain seperti ikan, tahu, dan sayuran hijau.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....