Kebiasaan Menggigit Kuku ternyata Tidak Sekadar Iseng, Ini Penjelasannya

  • 05 Jun 2026 09:05 WIB
  •  Ranai

RRI.CO.ID, Ranai - Kebiasaan menggigit kuku sering kali dianggap sebagai perilaku sepele yang dilakukan saat seseorang sedang berpikir atau merasa gugup. Namun, dalam dunia medis, kebiasaan ini dikenal dengan istilah onychophagia, yaitu tindakan menggigit kuku secara berulang, sering kali tanpa disadari dan sulit untuk dikendalikan. Kondisi ini termasuk dalam kelompok perilaku Body Focused Repetitive Behavior (BFRB), yakni perilaku berulang yang berfokus pada bagian tubuh tertentu.

Melansir dari @siloamhospitals, onychophagia umumnya muncul sebagai mekanisme seseorang dalam menghadapi tekanan emosional. Saat mengalami stres, rasa tegang, gelisah, takut, atau khawatir, sebagian orang tanpa sadar melampiaskannya dengan menggigit kuku. Tidak hanya itu, perasaan bosan dan kesepian juga dapat memicu munculnya kebiasaan ini sebagai bentuk pelarian atau pengalihan perhatian.

Pada dasarnya, menggigit kuku tidak selalu menandakan adanya masalah serius. Namun, jika kebiasaan ini berlangsung terus-menerus dan sulit dihentikan, kondisi tersebut dapat menjadi sinyal adanya tekanan psikologis atau gangguan emosional yang perlu mendapat perhatian. Oleh karena itu, penting untuk memahami faktor pemicu yang mendasari kebiasaan tersebut.

Selain berdampak pada kondisi emosional, kebiasaan menggigit kuku juga dapat menimbulkan masalah kesehatan fisik. Luka dan iritasi pada kulit di sekitar kuku merupakan dampak yang paling sering terjadi. Luka akibat gigitan juga dapat meningkatkan risiko infeksi karena bakteri dan kuman lebih mudah masuk ke dalam jaringan kulit yang terbuka. Dalam jangka panjang, bekas luka atau kerusakan pada kuku dapat memengaruhi penampilan dan menurunkan rasa percaya diri.

Untuk membantu mengurangi kebiasaan menggigit kuku, ada beberapa langkah yang dapat dilakukan. Mulailah dengan menyadari kapan dan dalam situasi apa kebiasaan tersebut muncul. Selanjutnya, alihkan keinginan menggigit kuku dengan aktivitas lain, seperti memegang bola stres atau mainan kecil. Menjaga kuku tetap pendek dan rapi juga dapat membantu mengurangi dorongan untuk menggigit. Selain itu, mengelola stres melalui teknik relaksasi, olahraga, atau aktivitas yang menenangkan dapat menjadi cara efektif untuk mengurangi perilaku BFRB dan menjaga kesehatan mental secara keseluruhan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....