Anda Harus Segera Mengubah Kebiasaan Tidur Tengkurap

  • 31 Mei 2026 19:28 WIB
  •  Ranai

RRI.CO.ID, Natuna - Banyak orang mengira posisi tidur tengkurap adalah cara paling nyaman untuk melepaskan penat setelah seharian beraktivitas. Namun, kenyamanan semu ini ternyata menyimpan bahaya tersembunyi yang secara anatomis merugikan dua fungsi vital tubuh manusia sekaligus, yaitu sistem pernafasan dan kesehatan struktur tulang belakang.

Fakta medis ini diungkapkan melalui kanal YouTube pribadi dr. Tony Setyobudi, seorang pakar spesialis bedah tulang dan bedah tulang belakang yang berpraktik di Mount Elizabeth Hospital, Singapura. Menurut penjelasan beliau, posisi telentang jauh lebih direkomendasikan karena mampu memberikan ruang bagi organ tubuh dan struktur tulang untuk mendapatkan hak istirahatnya secara optimal.

Dampak buruk yang paling utama dari kebiasaan tidur tengkurap adalah terjadinya gangguan nyata pada mekanisme kerja paru-paru Anda. Saat Anda menghadap ke bawah, dada akan terhimpit oleh berat badan sendiri sehingga otot-otot pernafasan harus bekerja ekstra keras menahan beban punggung sepanjang malam.

Beban mekanis yang berat ini secara perlahan akan menguras energi tubuh dan memicu kelelahan kronis pada otot-otot dada. Kondisi tersebut tentu sangat berbahaya, terutama bagi individu yang memiliki riwayat gangguan kesehatan tertentu seperti penyakit jantung ataupun asma.

Selain mengancam sistem pernafasan, posisi tengkurap juga memaksa seluruh jalur tulang belakang Anda mulai dari leher, punggung, hingga pinggang bawah terus bergerak tanpa henti. Gerakan konstan yang dipicu oleh aktivitas bernafas saat tengkurap ini lambat laun dapat menyebabkan cedera otot dan sendi berupa strain dan sprain.

Akibat dari absennya waktu istirahat yang ideal bagi struktur penyangga tubuh tersebut, jangan heran jika Anda sering terbangun dengan keluhan rasa nyeri yang mengganggu di area leher dan punggung.

"Singkatnya, tidur tengkurap itu tidak bagus untuk pernafasan dan tidak bagus untuk tulang belakang kita," tegas dr. Tony Setyobudi.

Sebagai solusinya, mulailah melatih diri untuk beralih ke posisi tidur telentang demi menjaga kualitas kesehatan jangka panjang secara menyeluruh. Dengan mengubah kebiasaan buruk ini secara konsisten, Anda telah melakukan investasi besar untuk memastikan organ dalam dan kerangka tubuh beristirahat dengan semestinya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....