Tanda Ibu Hamil yang akan Melahirkan

  • 15 Mei 2026 18:42 WIB
  •  Ranai

RRI.CO.ID,Natuna-Menjelang waktu persalinan, tubuh ibu hamil biasanya mulai menunjukkan berbagai tanda alami bahwa proses kelahiran sudah semakin dekat. Perubahan tersebut dapat muncul beberapa hari bahkan beberapa jam sebelum persalinan berlangsung oleh karena itu ibu hamil perlu memahami setiap tanda agar dapat mempersiapkan diri dengan lebih baik.

Informasi yang di berikan oleh Bidan Puskesmas Ranai,Kabupaten Natuna,Kepri Nazira saat menghadiri acara kelas ibu hamil di Posyandu Bunda kasih Desa sepempang, menyebutkan bahwa salah satu tanda paling umum adalah perut terasa turun ke bawah atau dikenal dengan istilah lightening. Kondisi ini terjadi ketika kepala bayi mulai masuk ke area panggul sebagai persiapan menuju proses persalinan.

Ketika posisi bayi mulai turun, ibu biasanya merasa napas menjadi lebih lega karena tekanan pada paru-paru berkurang. Namun di sisi lain, tekanan pada kandung kemih meningkat sehingga ibu hamil menjadi lebih sering buang air kecil.

Perubahan tersebut merupakan kondisi normal menjelang persalinan. Meski terasa tidak nyaman, tanda ini menunjukkan bahwa tubuh sedang bersiap untuk proses kelahiran bayi.

Tanda berikutnya adalah munculnya kontraksi palsu atau Braxton Hicks yang terasa semakin sering. Kontraksi ini biasanya menyebabkan perut mengencang sesaat namun belum memiliki pola yang teratur seperti kontraksi persalinan asli.

Nazira menjelaskan bahwa kontraksi asli akan terasa lebih kuat, muncul secara teratur, dan jaraknya semakin dekat dari waktu ke waktu. Jika kontraksi berlangsung konsisten, ibu hamil dianjurkan segera menuju fasilitas kesehatan.

Selain kontraksi, keluarnya lendir bercampur darah dari jalan lahir juga menjadi tanda persalinan semakin dekat. Kondisi ini dikenal sebagai bloody show yang terjadi akibat terbukanya leher rahim secara perlahan.

Lendir tersebut biasanya berwarna merah muda atau kecokelatan. Meski umum terjadi, ibu hamil tetap perlu memantau jumlah darah yang keluar dan segera berkonsultasi ke dokter bila perdarahan terlihat berlebihan.

Pecahnya air ketuban juga menjadi salah satu tanda utama ibu hamil akan melahirkan. Cairan ketuban dapat keluar perlahan maupun mengalir deras dari vagina tanpa dapat ditahan.

Apabila ketuban pecah, ibu hamil disarankan segera pergi ke rumah sakit atau bidan untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut. Penanganan cepat penting dilakukan guna mencegah risiko infeksi pada ibu dan bayi.

Menjelang persalinan, sebagian ibu hamil juga mengalami nyeri pada bagian punggung bawah dan panggul. Rasa nyeri ini muncul akibat tekanan kepala bayi yang semakin besar pada area panggul dan tulang belakang.

Nazira mengatakan kondisi tersebut sering disertai rasa mulas menyerupai kram menstruasi. Intensitas nyeri biasanya meningkat ketika kontraksi mulai aktif terjadi.

Diakhir acara Nazira berpesan kepada ibu hamil tetap perlu memperhatikan aktivitas janin setiap hari. Jika gerakan bayi terasa jauh berkurang, pemeriksaan medis perlu segera dilakukan untuk memastikan kondisi janin tetap sehat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....