Ketahui Batas Aman Penggunaan Minyak Goreng

  • 13 Mei 2026 17:04 WIB
  •  Ranai

RRI.CO.ID, Ranai - Penggunaan minyak goreng berulang setelah memasak masih menjadi kebiasaan umum di banyak rumah tangga. Minyak bekas menggoreng sering disimpan kembali untuk dipakai pada proses memasak berikutnya demi menghemat pengeluaran. Namun, penggunaan minyak secara berulang tetap perlu memperhatikan kualitas dan batas amannya agar tidak menimbulkan risiko bagi kesehatan.

Minyak goreng sebenarnya masih boleh digunakan kembali selama kondisinya masih baik dan tidak dipakai secara berlebihan. melansir dari @pmpupangan.bpom, ada beberapa tanda yang menunjukkan minyak mulai mengalami kerusakan, seperti lebih cepat berasap saat dipanaskan, warna minyak menjadi semakin gelap, serta muncul bau tengik. Kondisi tersebut menandakan kualitas minyak telah menurun akibat proses pemanasan berulang.

Saat dipanaskan berkali-kali, minyak goreng mengalami proses oksidasi, yaitu kerusakan minyak akibat panas dan paparan udara. Proses ini dapat menghasilkan senyawa berbahaya seperti peroksida dan aldehida. Jika terus dikonsumsi dalam jangka panjang, minyak yang sudah rusak berisiko meningkatkan kadar kolesterol, memicu penumpukan lemak dalam tubuh, hingga menyebabkan gangguan metabolisme.

Untuk menjaga penggunaan minyak goreng tetap aman, masyarakat dianjurkan menggunakan minyak maksimal dua hingga tiga kali pemakaian. Setelah menggoreng, sisa makanan sebaiknya disaring agar tidak mempercepat kerusakan minyak. Selain itu, hindari mencampur minyak lama dengan minyak baru dan gunakan suhu sedang saat memasak agar kualitas minyak lebih terjaga.

Minyak goreng perlu segera diganti apabila warnanya sudah sangat gelap, berbusa saat dipanaskan, berbau tengik, atau terlihat lebih kental. Minyak bekas pakai juga sebaiknya tidak dibuang langsung ke saluran air karena dapat mencemari lingkungan. Sebagai solusi yang lebih ramah lingkungan, minyak jelantah dapat disimpan dalam wadah tertutup dan disalurkan kepada pengelola limbah minyak bekas. Kebiasaan kecil di dapur ini dapat menjadi langkah besar untuk menjaga pangan tetap aman bagi keluarga.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....