Hantavirus Bukan Virus Baru, Kemenkes Imbau Masyarakat Tetap Waspada

  • 10 Mei 2026 18:55 WIB
  •  Ranai

RRI.CO.ID, Ranai - Hantavirus kembali menjadi perhatian masyarakat setelah adanya laporan sejumlah kasus di berbagai negara, termasuk Indonesia. Meski demikian, para ahli menegaskan bahwa hantavirus bukanlah virus baru. Penyakit ini umumnya menular melalui kontak dengan tikus atau celurut yang terinfeksi, termasuk melalui urine, kotoran, maupun debu yang telah terkontaminasi partikel virus dan terhirup manusia.

Secara global, penyakit hantavirus terbagi menjadi dua bentuk klinis utama, yakni HFRS atau Haemorrhagic Fever with Renal Syndrome yang menyerang ginjal dan banyak ditemukan di kawasan Eropa serta Asia, termasuk Indonesia. Sementara itu, HPS atau Hantavirus Pulmonary Syndrome menyerang sistem pernapasan dan lebih banyak ditemukan di wilayah Amerika. Sejak 2015 hingga 2026, kasus hantavirus dilaporkan cukup tinggi di sejumlah negara seperti Jerman, Finlandia, Slovenia, Swedia, Austria, Chili, Panama, dan Argentina.

Berdasarkan penilaian risiko WHO pada Mei 2026, risiko penyebaran hantavirus secara global masih tergolong rendah, meski dinilai sedang untuk lingkungan kapal pesiar. WHO juga belum merekomendasikan adanya pembatasan perjalanan maupun perdagangan internasional terkait penyakit tersebut.

Melansir dari @kemenkes_ri, di Indonesia hingga 10 Mei 2026 tercatat 23 kasus konfirmasi yang tersebar di sembilan provinsi, dan seluruhnya merupakan tipe HFRS. Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan mengimbau masyarakat agar tetap tenang karena kasus fatalitas yang terjadi dipastikan berkaitan dengan infeksi penyerta, bukan murni akibat hantavirus.

Meski risiko masuknya kasus tipe HPS dari luar negeri tetap ada, potensi penambahan kasus di Indonesia dinilai lebih tinggi untuk tipe HFRS. Untuk mengantisipasi hal tersebut, Kemenkes telah menyiagakan 198 rumah sakit rujukan penyakit infeksi emerging, memperkuat pengawasan di pintu masuk negara, serta memastikan kesiapan laboratorium nasional untuk pengujian RT-PCR dan pelacakan varian virus.

Masyarakat juga diminta menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat atau PHBS guna mencegah penularan hantavirus. Selain itu, masyarakat diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala seperti demam tinggi, sakit kepala, nyeri otot, mual, dan lemas setelah beraktivitas di area berdebu yang rawan tikus.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....