Sarapan Praktis Picu Lonjakan Gula Darah, Ini Dampaknya bagi Kesehatan

  • 02 Mei 2026 09:20 WIB
  •  Ranai

RRI.CO.ID, Ranai - Kebiasaan sarapan praktis di pagi hari masih menjadi pilihan banyak masyarakat, terutama di tengah aktivitas yang padat. Berbagai menu seperti gorengan, roti manis, kue basah, hingga minuman tinggi gula dianggap mampu memberikan energi secara cepat sebelum memulai aktivitas harian.

Melansir dari @prodia_ohi, pilihan sarapan yang didominasi karbohidrat sederhana dan gula tinggi justru dapat berdampak negatif bagi tubuh. Lonjakan gula darah atau sugar spike kerap terjadi setelah mengonsumsi makanan jenis ini, yang kemudian diikuti dengan penurunan energi secara drastis.

Akibatnya, seseorang bisa merasa lemas, mengantuk, dan sulit berkonsentrasi saat bekerja. Tidak hanya itu, rasa lapar juga muncul lebih cepat sehingga mendorong kebiasaan mengonsumsi camilan berlebihan. Dalam jangka panjang, pola ini berisiko meningkatkan resistensi insulin serta memicu kenaikan berat badan hingga diabetes tipe 2.

Fenomena ini menjadi perhatian penting, khususnya di Indonesia, di mana pola sarapan praktis semakin umum ditemukan. Gaya hidup modern yang serba cepat sering kali mengabaikan kualitas asupan makanan, terutama di waktu sarapan yang seharusnya menjadi sumber energi utama.

Untuk menjaga kadar gula darah tetap stabil, masyarakat disarankan memilih sarapan yang lebih seimbang. Mengombinasikan protein seperti telur, tempe, atau yogurt dengan karbohidrat kompleks seperti oatmeal, roti gandum, atau ubi dapat menjadi pilihan yang lebih sehat. Selain itu, menambahkan serat dari sayur dan buah segar serta membatasi konsumsi gula berlebih juga penting untuk menjaga kesehatan jangka panjang.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....