Mengenali Tanda Aritmia di Usia 20-an
- 25 Apr 2026 16:41 WIB
- Ranai
RRI.CO.ID,Natuna - Usia 20-an sering dianggap usia paling aman, badan masih kuat begadang, masih kuat naik motor jauh, dan juga masih kuat minum kopi dua gelas. Masalahnya banyak gangguan jantung sering datang diam-diam. Salah satunya adalah aritmia, yaitu gangguan irama jantung dimana kondisi ketika detak jantung bisa terlalu cepat, terlalu lambat, atau kacau, maupun tidak teratur. Dan pada sebagian kasus aritmia memang bisa berbahaya bahkan bisa memicu pingsan mendadak sampai kematian mendadak, termasuk pada orang yang kelihatannya muda, aktif dan tampak sehat. Lalu bagaimana cara mengenali tanda-tanda Aritmia pada tubuh kita? Berikut penjelasan dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah dari klinik Kiera dr Erta, Sp. JP akun Yutube @DrErtaSpJP :
Banyak orang mengira penyakit jantung urusannya usia 50 tahun ke atas, perutnya buncit, rambutnya mulai putih, atau yang sudah langganan obat. Padahal irama jantung seperti sistem kelistrikan di rumah. Rumahn bisa saja kelihatan bagus dari luar, catnya baru, pagarnya rapi, lampunya terang. Tapi kalau kabel di dalamnya bermasalah maka bisa konslet juga. Nah, begitu juga dengan jantung kita.
Otot jantung merupakan organ yang penting, begitu juga dengan pembuluh darah. Tapi sistem listrik jantung sering dilupakan. Begitu sistem listrik ini kacau, maka detaknya bisa jadi enggak sinkron dan tubuh kita langsung protes, dan masalahnya gejala aritmia kadang sangat tipis. Banyak orang hanya merasa dada terasa seperti bergetar atau sering merasa jantung nyut-nyutan aneh dalam beberapa menit lalu menganggapnya sepele.
Bahkan ada yang mengira itu hanya asam lambung, masuk angin, kecapekan, kurang liburan, kurang healing, kurang perhatian dan lain-lain. Padahal tubuh sebenarnya sedang memberi kode.
Tanda awal yang perlu dicurigai misalnya jantung berdebar tiba-tiba tanpa sebab jelas.
Dada terasa bergetar seperti ada ikan kecil yang loncat-loncat. kepala terasa ringan, mudah lelah, sesaknya aneh, atau pernah hampir pingsan. Nah, jika ada yang pingsan mendadak, apalagi saat olahraga atau aktivitas berat, itu bukan hal yang boleh dianggap lucu atau hanya kurang sarapan. Aritmia bisa muncul karena banyak sebab, ada yang dipicu oleh kurang tidur, stres, kafein berlebihan, rokok, penggunaan alkohol, obat-obatan tertentu, gangguan elektrolit, dehidrasi, sampai penyakit jantung bawaan yang sebelumnya tidak diketahui.
Ada juga yang hubungannya dengan otot jantung yang menebal dan bisa juga terjadi karena ada peradangan pada jantung atau miokarditis. Bisa juga karena ada gangguan katup atau ada kelainan listrik bawaan tertentu yang bisa meningkatkan risiko gangguan irama yang berbahaya. Jadi jika ada anak muda yang kelihatannya bugar lalu tiba-tiba colaps, jangan selalu berpikir itu hal yang mistis, kadang jawabannya itu lebih sederhana dan lebih serius. Bisa jadi sistem listrik di jantungnya bermasalah tapi tidak terdeteksi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....