Waspada Bahaya Kekurangan Kalsium Bagi Ibu Hamil dan Janin
- 19 Apr 2026 12:54 WIB
- Ranai
RRI.CO.ID, Natuna - Menjaga asupan nutrisi selama masa kehamilan merupakan kewajiban bagi setiap calon ibu. Namun, salah satu nutrisi yang sering kali terabaikan namun memiliki dampak vital adalah kalsium. Kekurangan kalsium atau hipokalsemia pada ibu hamil tidak hanya memengaruhi kesehatan sang ibu, tetapi juga perkembangan janin dalam jangka panjang.
Selama masa kehamilan, janin membutuhkan kalsium dalam jumlah besar untuk pembentukan tulang dan gigi. Jika asupan kalsium dari makanan tidak mencukupi, tubuh secara alami akan mengambil cadangan kalsium dari tulang sang ibu. Kondisi ini dapat memicu beberapa risiko kesehatan, di antaranya:
| Baca juga: Manfaat Makan Es Krim untuk Ibu Hamil |
- Preeklamsia: Penelitian medis menunjukkan adanya kaitan erat antara rendahnya kadar kalsium dengan risiko tekanan darah tinggi saat hamil (preeklamsia) yang bisa berakibat fatal.
- Osteoporosis di Masa Depan: Karena kalsium terus "disedot" dari tulang ibu, risiko pengeroposan tulang atau osteoporosis di usia senja akan meningkat drastis.
- Kram Otot dan Masalah Gigi: Gejala umum yang sering dirasakan adalah kram kaki yang hebat, nyeri sendi, hingga kerusakan pada enamel gigi.
Janin yang tidak mendapatkan suplai kalsium yang cukup melalui plasenta berisiko mengalami gangguan pertumbuhan, seperti:
- Pertumbuhan Tulang Tidak Maksimal: Janin berisiko lahir dengan kepadatan tulang yang rendah.
- Gangguan Fungsi Jantung dan Saraf: Kalsium berperan penting dalam detak jantung yang teratur dan fungsi sistem saraf yang sehat.
- Risiko Stunting: Kekurangan nutrisi makro dan mikro, termasuk kalsium, sejak dalam kandungan menjadi salah satu faktor pemicu hambatan pertumbuhan bayi setelah lahir (stunting).
Pakar kesehatan menyarankan ibu hamil untuk mengonsumsi setidaknya 1.000 hingga 1.300 miligram kalsium setiap harinya. Angka ini dapat dipenuhi melalui konsumsi rutin sumber makanan berikut:
- Produk Susu: Susu, keju, dan yoghurt.
- Sayuran Hijau: Brokoli, bayam, dan kale.
- Protein Hewani & Nabati: Ikan teri, sarden (dengan tulangnya), tahu, dan tempe.
- Kacang-kacangan: Kacang almond dan biji wijen.
Selain dari makanan, penggunaan suplemen kalsium sangat dianjurkan, namun harus tetap di bawah pengawasan dan resep dokter atau bidan agar dosisnya sesuai dengan kebutuhan tubuh.
Dengan pemenuhan nutrisi yang tepat, diharapkan angka komplikasi kehamilan dapat ditekan dan bayi dapat lahir dalam kondisi sehat serta kuat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....