Bahaya Makan Seblak untuk Ibu Hamil
- 12 Apr 2026 13:44 WIB
- Ranai
RRI.CO.ID,Natuna: Kehamilan merupakan masa yang sangat penting bagi kesehatan ibu dan perkembangan janin. Oleh karena itu, asupan makanan yang dikonsumsi ibu hamil harus diperhatikan dengan baik, baik dari segi kebersihan, kandungan gizi, maupun keamanannya. Salah satu makanan yang cukup populer di kalangan masyarakat adalah seblak, yaitu makanan berbahan dasar kerupuk yang dimasak dengan bumbu pedas dan berbagai tambahan seperti mie, telur, serta aneka topping lainnya.
Meskipun memiliki cita rasa yang menggugah selera, konsumsi seblak bagi ibu hamil perlu diwaspadai. Kandungan bumbu pedas, tingkat kebersihan yang belum tentu terjamin, serta kemungkinan adanya bahan tambahan yang kurang sehat dapat memberikan dampak negatif bagi kesehatan ibu maupun janin. Oleh karena itu, penting bagi ibu hamil untuk memahami bahaya yang mungkin timbul dari konsumsi seblak secara berlebihan atau tidak higienis.
Dilansir dari hamil.co.id,ada beberapa bahaya makan seblak untuk ibu hamil yaitu:
-Bahaya Ibu hamil makan seblak salah satunya karena kandungan natrium atau garam berlebih. Natrium atau garam memiliki sifat yang apa bila dikonsumsi dan diserap oleh tubuh dan masuk dalam pembuluh darah, akan tersebar diseluruh aliran darah. Hal ini menyebabkan kadar natrium dalam darah menjadi tinggi dan kental akan natrium.Maka sebagai kompensasi dari tubuh, tubuh harus lebih mengencerkan darah agar konsentrasi kandungan natrium berkurang. Cara tubuh mengurangi kandungan natrium adalah dengan mengencerkan darah melalui proses penyerapan air. Oleh karenanya tubuh akan selalu merasa haus dan akan selalu minum untuk memenuhi kebutuhannya. Akibat banyaknya air yang diserap kedalam darah tentu akan membuat volume darah meningkat. Hal ini tentu akan mempengaruhi tekanan darah dimana tekanan darah cenderung meningkat (hipertensi).
-Kandungan zat pewarna dari kerupuk yang menjadi bahan dasar pembuatan seblak. Pewarna makanan umumnya sering ditemui dalam makanan agar membuat orang tertarik membel dan mengkonsumsinya. Namun beberapa oknum pembuat makanan seperti kerupuk, menambahkan zat pewarna yang bukan khusus untuk makanan, misalnya menggunakan pewarna tekstil yang lebih murah digunakan dibanding pewarna khusus makanan.Zat-zat pewarna terlarang ini tentunya sangat berbahaya bagi tubuh karena dapat bersifat sebagai karsinogen. Karsinogen sendiri merupakan zat yang dapat memicu terjadinya sel kanker pada sel tubuh yang sehat. Sebagaimana kita ketahui sampai saat ini tidak ada pengobatan yang dapat menyembuhkan kanker. Terlebih lagi jika kita terus mengkonsumsi zat pemicu kanker tersebut dan cenderung membahayakan diri dan janin kita. Oleh karenanya, agar lebih aman sebaiknya kita mengkonsumsi makanan yang memiliki kadar pewarna yang rendah atau tanpa pewarna sama sekali.
-Bahaya dari bahan pengawet karena Tidak sedikit bahan dasar makanan yang dibuat dan dijual ke pasar harus dibuat dapat bertahan hingga berbulan-bulan lamanya agar tetap bisa dikonsumsi dikemudian hari. Tentu untuk membuat bahan makanan dapat bertahan lama dan tidak cepat kadaluarsa, biasanya ditambahkan zat pengawet pada makanan termasuk pada pembuatan kerupuk dan mie.Contoh pengawet berbahaya yang sering digunakan oleh oknum tak bertanggung jawab dalam membuat kerupuk, adalah boraks. Hal ini dikarenakan faktor boraks yang dapat membuat makanan bertahan lebih lama dan murah. Boraks sendiri ternyata dilarang digunakan pada makanan, karena boraks juga memiliki sifat yang karsinogen yang dapat memicu pembentukan sel kanker.
-Bahaya dari MSG karena Penggunaan MSG dikalangan masyarakat sebagai penyedap rasa sudah sejak lama dikenal. Disisi lain, terdapat kontroversi mengenai penggunaan MSG sebagai penyedap rasa. Walaupun belum ada bukti yang kuat, dikatakan bahwa mengkonsumsi MSG yang terlalu banyak dapat menyebabkan keterlambatan perkembangan otak serta penurunan fungsi otak. Tentu hal ini akan mempengaruhi fungsi kognitif atau kepintaran dari orang yang mengkonsmsinya. Dapat dibayangkan jika Ibu hamil yang sering mengkonsumsi MSG, tentu akan lebih meresikokan perkembangan otak dari janinnya. Tentu hal ini akan membuat terganggunya perkembangan kognitif dan mental bayi saat lahir nanti. Walaupun dampak MSG ini masih kontroversial sebagai pantangan makanan ibu hamil, namun ada baiknya Ibu hamil menghindari penggunaannya secara berlebihan. Sebaiknya mintalah seblak yang dipesan agar dimasak tanpa MSG atau rendah MSG.
-Bahaya Ibu hamil makan seblak yang terakhir adalah kemungkinan terjadinya nyeri uluhati, mual dan muntah. Hal ini dapat dikarenakan sifat seblak yang dimasak dengan pedas, kemudian dapat mengiritasi lambung.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....