Mengenal 'High-Functioning Depression

  • 06 Apr 2026 23:44 WIB
  •  Ranai

RRI.CO.ID, Natuna - Di mata dunia, mereka adalah individu yang sukses, produktif, dan selalu tepat waktu. Namun, di balik senyum dan prestasi tersebut, ada pergulatan batin yang melelahkan. Fenomena ini dikenal secara medis sebagai Dysthymia atau gangguan depresif persisten, yang secara populer disebut sebagai High-Functioning Depression.

Berbeda dengan depresi klinis berat yang sering kali membuat penderitanya sulit beraktivitas atau bahkan tidak bisa beranjak dari tempat tidur, individu dengan depresi fungsional tinggi tetap mampu menjalankan rutinitas harian. Mereka bisa bekerja, mengurus keluarga, dan bersosialisasi seolah tidak ada masalah.

Namun, para pakar kesehatan mental menekankan bahwa kemampuan untuk "berfungsi" bukan berarti mereka baik-baik saja. Penderita sering merasakan kekosongan yang dalam, kelelahan kronis, dan perasaan bahwa mereka hanya sedang "bermain peran" dalam hidup mereka sendiri.

Ciri-ciri Utama yang Perlu Diwaspadai:

  • Kelelahan yang Tidak Hilang dengan Istirahat: Merasa terkuras secara emosional meski sudah tidur cukup.
  • Kritik Diri yang Berlebihan: Merasa tidak pernah cukup baik meskipun telah mencapai banyak hal.
  • Kehilangan Minat Secara Perlahan: Melakukan hobi atau aktivitas sosial hanya karena kewajiban, bukan karena kegembiraan.
  • Mudah Iritasi: Sering kali rasa sedih terwujud dalam bentuk kemarahan kecil atau ketidaksabaran terhadap hal sepele.

Psikolog menjelaskan bahwa bahaya utama dari kondisi ini adalah sifatnya yang "tak terlihat". Karena penderita terlihat "baik-baik saja", orang di sekitar cenderung tidak menyadari ada masalah, dan penderita sendiri sering merasa bersalah atau malu untuk meminta bantuan karena merasa tidak memiliki alasan yang cukup kuat untuk merasa sedih.

Langkah awal untuk mengatasi kondisi ini adalah validasi diri. Mengakui bahwa kelelahan emosional yang dirasakan adalah nyata, meskipun pekerjaan tetap terselesaikan. Dukungan profesional seperti terapi wicara (CBT) dan perubahan gaya hidup yang lebih berfokus pada kesehatan mental sangat disarankan sebelum kondisi ini berkembang menjadi depresi yang lebih berat.

Jika Anda ingin menyajikan berita ini dalam format audio atau radio, Anda bisa menambahkan backsound musik yang melankolis namun memiliki tempo yang stabil untuk menggambarkan kontras antara kesedihan mendalam dan rutinitas yang terus berjalan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....