Puasa Lancar dengan Menjaga Pola Tidur

  • 12 Mar 2026 14:35 WIB
  •  Ranai

RRI.CO.ID,Natuna - Puasa Ramadhan memang penuh berkah, tetapi juga bikin jam tidur berubah drastis. Kamu mungkin biasa tidur malam sampai larut setelah Tarawih, lalu bangun dini hari untuk sahur, dan akhirnya merasa kurang tidur keesokan harinya. Masalahnya, tidur yang berantakan bukan cuma bikin kamu ngantuk, tetapi juga bisa ganggu konsentrasi, performa, dan mood harian.

Tubuh kita punya jam biologis yang disebut ritme sirkadian, yang bantu atur kapan kita tidur dan bangun. Sayangnya, pola tidur yang berubah saat puasa bisa bikin ritme ini terganggu dan akhirnya bikin kamu merasa kurang fit di siang hari. Lalu, bagaimana caranya supaya tetap bisa menjalani Ramadhan dengan ibadah maksimal tanpa harus mengorbankan kesehatan? Berikut penjelasan dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah dari klinik Kiera dr Erta, Sp. JP akun Yutube @DrErtaSpJP :

Ada bebrapa langkah-langkah konkret yang disarankan para ahli kesehatan untuk membantu kita atur jam tidur secara efektif selama puasa tanpa harus mengorbankan energi dan produktivitas harian.

  1. Atur prioritasnya. Tidak semua aktivitas malam harus diambil sekaligus. Jika tubuh udah lelah, tidur lebih awal setelah tarawih bisa menjadi pilihan bijak.

  2. Manfaatkan power net. Tidur siang singkat 20 sampai 30 menit dapat membantu memulihkan kewaspadaan tanpa membuat pusing setelah bangun. Ini bukan malas, tapi strategi manajemen energi.

  3. Jaga kualitas tidur malam dan hindari konsumsi kafein berlebihan saat berbuka. Banyak orang minum kopi jam 20.00 atau jam 21.00 malam lalu berharap bisa tidur nyenyak jam 22.00. Kafein bisa bertahan 6 sampai 8 jam dalam tubuh kita. Jadi walaupun Anda tidur ada resiko datak jantungnya tetap tinggi. Tubuh Anda tidak bisa masuk ke mode istirahat sesungguhnya.

  4. Ciptakan rutinitas yang konsisten. Usahakan jam tidur dan bangunnya relatif stabil meskipun jadwalnya berubah, karena tubuh menyukai keteraturan.

  5. Perhatikan asupan makan malam. Makan malam yang terlalu berat menjelang tidur bisa membuat kualitas tidurnya menurun karena sistem pencernaan masih kerja keras. Akhirnya darah itu fokusnya di sini bukannya ke otak kamu.

Dalam sejarah para sahabat Nabi itu dikenal kuat dalam ibadah malam. Namun mereka juga hidup dalam ritme alami yang lebih selaras dengan waktu. Tidak ada distraksi layar hingga larut malam seperti sekarang. Nah, ini adalah tantangan untuk kita di era modern.

Seringkali bukan tarawihnya yang membuat kurang tidur, tapi kebiasaan scroll media sosial setelahnya. Tiba-tiba sudah tengah malam. Padahal niat awalnya cuman scrolling 5 menit. Nah, jika tidurnya cukup, maka kualitas ibadah biasanya akan lebih baik. Konsentrasi meningkat, bacaan lebih tartil, doa itu lebih khusyuk, tubuh yang segar bisa membantu hatinya lebih fokus.

Ada konsep sederhana dalam kesehatan. Ibadah yang konsisten itu lebih baik daripada yang berlebihan tapi tidak berkelanjutan. Prinsip ini juga berlaku untuk pola hidup. Ramadhan seharusnya menjadi bulan perbaikan ritme hidup. Makannya lebih teratur, emosinya lebih terkendali, aktivitasnya lebih terarah, termasuk tidurnya lebih berkualitas. Jangan merasa bersalah jika perlu istirahat.

Niatkan tidur untuk menjaga amanah tubuh agar bisa ibadah lebih baik. Itu bukan kemalasan, itu kebijaksanaan. Jantung yang sehat, otak yang segar, tubuh yang bugar akan membuat Ramadan terasa lebih ringan dan bermakna. Kita ingin keluar dari Ramadhan bukan hanya dengan pahala, tapi juga dengan kondisi fisik yang lebih baik. Semoga Allah memberikan kita keseimbangan dalam beribadah dan menjaga kesehatan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....