Konsumsi Air Garam Bantu Kurangi Dehidrasi?
- 04 Mar 2026 14:22 WIB
- Ranai
RRI.CO.ID, Natuna - Selama ini, garam kerap dipersepsikan sebagai pemicu berbagai gangguan kesehatan, terutama hipertensi. Pandangan tersebut membuat banyak orang cenderung menghindarinya tanpa mempertimbangkan fungsi fisiologisnya secara lebih menyeluruh.
Dalam perbincangannya di program One On One di tvOne, Ade Rai menyampaikan sudut pandang yang berbeda. Ia menjelaskan bahwa garam, khususnya yang bersifat alami, justru dapat memberikan manfaat apabila digunakan secara tepat dan terukur.
| Baca juga: Fakta Keamanan Mie Instan untuk Anak |
Menurut Ade Rai, kebutuhan tubuh terhadap cairan selama puasa tidak hanya bergantung pada jumlah air yang diminum. Faktor keseimbangan mineral juga berperan penting dalam mempertahankan hidrasi tubuh selama berjam-jam tanpa asupan cairan tambahan.
Ia menuturkan bahwa air putih yang dikonsumsi sering kali tidak bertahan lama di dalam tubuh jika tidak disertai mineral pendukung. "Garam itu punya sifat retensi air, menahan air. Jadi kalau ada garam, itu membantu supaya airnya di dalam tubuh kita jadi bertahan lebih lama," ujar Ade Rai.
Retensi air yang dimaksud merujuk pada kemampuan garam membantu tubuh mempertahankan cairan agar tidak cepat terbuang. Dengan mekanisme tersebut, tubuh diharapkan tidak mudah merasa lemas atau mengalami dehidrasi berlebihan saat menjalani puasa.
Bagi masyarakat yang ingin mencoba metode ini saat sahur, Ade Rai menyarankan penggunaan garam alami seperti Himalayan salt, sea salt, atau garam organik lokal yang masih mengandung mineral esensial. Ia juga menganjurkan agar garam ditambahkan dalam jumlah kecil ke dalam segelas air putih sebagai langkah sederhana untuk mengawali hari.
Meski demikian, ia tetap menekankan pentingnya pengendalian konsumsi. Kebutuhan garam harian rata-rata sekitar satu sendok teh, sehingga penggunaannya harus tetap proporsional. Menurutnya, persoalan utama bukan terletak pada garam itu sendiri, melainkan pada keseimbangan dalam mengonsumsinya agar manfaatnya dapat dirasakan tanpa menimbulkan risiko kesehatan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....