Kebiasaan Buruk saat Puasa yang Dapat Merusak Ginjal
- 02 Mar 2026 08:33 WIB
- Ranai
RRI.CO.ID, Natuna - Bulan Ramadan seharusnya menjadi momen bagi tubuh untuk melakukan detoksifikasi atau pembuangan racun. Namun, fakta di lapangan menunjukkan hal yang berbeda. Menurut dr. Saddam Ismail melalui kanal YouTube-nya, kasus masalah ginjal justru sering meningkat pasca lebaran akibat gaya hidup dan pola makan yang salah selama berpuasa.
Sebagian orang menganggap lamanya durasi puasa sebagai penyebab utama gangguan ginjal. Padahal, secara medis, puasa yang dijalani dengan benar dapat memberi waktu pemulihan bagi organ tersebut.
Ditegaskan dr. Saddam, “Kebiasaan kamu saat berbuka dan sahur sebenarnya yang menghancurkan ginjal secara perlahan,”. Artinya, persoalan utamanya bukan pada puasanya, melainkan pada cara kita menyikapinya.
Untuk itu pentingnya menghindari lima kebiasaan berikut agar fungsi ginjal tetap terjaga selama Ramadan:
1. Langsung Mengonsumsi Minuman Manis saat Berbuka
Minuman seperti es teh manis atau sirup mengandung gula cair dalam kadar tinggi. Gula ini cepat diserap ke dalam aliran darah, sehingga ginjal harus bekerja lebih keras untuk menyaring darah yang menjadi lebih kental akibat lonjakan gula. Jika dilakukan terus-menerus selama sebulan, kebiasaan ini berpotensi memicu kelelahan ginjal dan meningkatkan risiko diabetes.
2. Mengonsumsi Gorengan dan Makanan Tinggi Garam
Makanan tinggi natrium, seperti gorengan dan hidangan gurih, dapat mengikat cairan tubuh dan memicu rasa haus berlebihan. Lebih jauh, asupan garam berlebih dapat meningkatkan tekanan darah, yang dalam jangka panjang merusak pembuluh darah kecil di ginjal secara permanen.Kerusakan ini sering kali berlangsung tanpa gejala pada tahap awal.
3. Minum Kopi atau Teh saat Sahur
Kandungan kafein dalam kopi dan teh memiliki efek diuretik, yaitu merangsang produksi urin lebih banyak. Akibatnya, cairan tubuh lebih cepat terbuang sebelum memasuki waktu puasa. Dalam kondisi dehidrasi, ginjal tetap harus menyaring zat sisa metabolisme, sehingga risiko cedera pada jaringan ginjal meningkat.
4. Minum Air dalam Jumlah Banyak Sekaligus Menjelang Imsak
Sebagian orang mencoba “mengganti” kekurangan cairan dengan minum 3–4 gelas air sekaligus sebelum imsak. Namun, tubuh tidak menyimpan air secara instan dalam jumlah besar. Ginjal akan segera membuang kelebihan cairan tersebut. Pola yang lebih dianjurkan adalah metode 2-4-2: dua gelas saat berbuka, empat gelas di malam hari, dan dua gelas saat sahur, agar penyerapan lebih efektif dan stabil.
| Baca juga: Makanan yang Menyebabkan Gigi Keropos |
5. Mengonsumsi Obat Pereda Nyeri Tanpa Pengawasan Medis
Penggunaan obat pereda nyeri tanpa resep dokter, terutama saat sahur, dapat membahayakan ginjal. Beberapa jenis obat bekerja dengan mengurangi aliran darah ke ginjal. Dalam kondisi tubuh yang sedang kekurangan cairan akibat puasa, situasi ini berpotensi memicu gagal ginjal akut.
Ginjal termasuk organ yang jarang memberikan tanda awal ketika mulai mengalami gangguan. Kerusakan sering kali baru terdeteksi saat kondisinya sudah cukup berat.
Pentingnya untuk lebih bijak dalam memilih makanan dan minuman saat berbuka maupun sahur. Ramadan seharusnya menjadi momentum memperbaiki pola hidup, bukan justru memperberat kerja organ vital dalam jangka panjang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....